Hari HANI 2022, Kepala BNN Beri Peringatan ke Bandar Narkoba: Hati-Hati

Senin, 27 Juni 2022 08:11 Reporter : Moh. Kadafi
Hari HANI 2022, Kepala BNN Beri Peringatan ke Bandar Narkoba: Hati-Hati Kepala BNN Komjen Pol Petrus Reinhard Golose. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Pol Petrus Reinhard Golose mengajak masyarakat Bali untuk perang melawan narkotika. Pesan ini dalam rangkaian memperingati Hari Antinarkoba Internasional (HANI) 2022

"Tantangan ke depan, permasalahan narkotika ini bukan hanya permasalahan BNN RI. Tapi, adalah permasalahan kita semua, saudara dan saya," kata Petrus usai kegiatan malam renungan keprihatinan penyalahgunaan narkoba di Pantai Mertasari, Denpasar, Bali, Minggu (26/6) malam.

Dia juga memberi pesan kepada bandar narkoba menindak tegas mereka. "Bandar No Way. Pokoknya pesan kepada bandar, terutama bandar di Bali yang berhubungan dengan organisasi crime, hati-hati, hati-hati," ungkapnya.

Sebelum datang ke Pulau Bali untuk peringatan HANI 2022, Petrus bercerita baru saja kembali dari Amerika Selatan. BNN bekerjasama dengan sejumlah negara untuk menangani pemberantasan narkotika.

"Sebelum saya datang ke Bali ini, saya barusan kembali dari South America. Saya bekerjasama dengan Argentina, bekerjasama dengan Panama, di Panama ada 134 ton baru disita di Panama," ujarnya.

"Bayangkan, kalau itu terdistribusikan ke dunia sehingga kita perlu bekerjasama. Permasalahan yang ada di Indonesia ini lebih banyak metamfetamin. Tapi, saya berpikir ke depan untuk mencegah dari keterpaparan menggunakan dari kokain ini, harus kita antisipasi," jelasnya.

Petrus menyampaikan perkembangan kasus narkotika di Indonesia. Data prevalensi drug abuse di Indonesia naik 1,95 persen dalam kondisi Pandemi Covid-19.

"Sebelumnya, kita itu 1,8 persen dari penduduk kita, berarti sekitar 3,4 juta (drug abuse). Kemudian, pada waktu Covid-19 ini (naik) 0,15 persen dan menjadi 1,95 persen dan jumlahnya bertambah menjadi 3,6 juta sekian," ujarnya.

2 dari 2 halaman

BNN sudah melakukan program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM). Pihaknya akan menyiapkan tempat rehabilitasi bagi para pengguna narkotika yang masuk dalam kategori bisa direhabilitasi.

"Sekarang, kita melaksanakan program yang disebut dengan intervensi berbasis masyarakat, kita siapkan nantinya. Mudah-mudahan Undang-undang segera berhasil kita loloskan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) inisiasi dari pemerintah," ujarnya.

"Sehingga, kita bisa menyatakan bahwa nantinya drug abuse apabila sesuai Undang-undang itu kita tidak bawa kedalam proses penegakan hukum tetapi kita bawa kepada rehabilitasi, tetapi seluruh masyarakat dan stekholder harus siap menerima mereka," tambahnya.

Petrus menambahkan, pihaknya juga bekerjasama dengan IBM dan stakeholder untuk menyiapkan fasilitas rehabilitasi pecandu narkoba. Dia mencontohkan di Bali ada beberapa fasilitas rehabilitasi yang dibuat orang asing dan bisa dijadikan contoh.

"Ada, beberapa fasilitas yang dibuat oleh orang asing untuk orang-orang asing yang mereka rehabilitasi di Pulau Bali. Dan ini, contoh yang akan kita sampaikan ke Indonesia dan dunia bahwa Bali juga siap untuk menerima rehabilitasi," ujarnya. [ray]

Baca juga:
Kepala BNN: Tidak Ada Legalisasi Ganja di Indonesia
Kepala BNN Beri Peringatan Tegas Wisatawan Asing: Bali Bukan 'Safe Haven' Narkotika
BNN Sumut Gagalkan Pengiriman Narkotika Lewat Jasa Ekspedisi, 32 Kg Sabu Disita
BNN: Penyalahgunaan Obat Terlarang Meningkat 1,95 Persen saat Pandemi Covid-19
BNNP DKI: 77 Kelurahan di Jakarta Rawan Narkoba

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini