Guyuran hujan hambat proses evakuasi korban tanah longsor Ponorogo
Merdeka.com - Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan proses pencarian korban tanah longsor di Ponorogo, Jawa Timur Sangat bergantung pada kondisi cuaca. Dia mengatakan bila terjadi hujan, maka proses pencarian akan dihentikan.
Hal ini untuk menghindari jatuhnya korban jiwa dari tim SAR maupun relawan yang melakukan pencarian.
"Jadi kalau hujan, itu akan berbahaya juga bagi tim SAR. Mereka bisa kejeblos dalam lumpur," ungkapnya di Graha BNPB, Jakarta Timur, Minggu (2/4).
Dia mengakui tim evakuasi ingin sekali proses pencarian korban dapat dilaksanakan secepat mungkin. Namun kondisi alam yang tidak mendukung pasti menghambat kerja tim SAR.
"Kita inginnya cepat ya. Tapi kondisi alam tidak mendukung," tambahnya.
Sutopo juga menambahkan dalam proses pencarian korban tanah longsor, keselamatan anggota tim amat diperhatikan, sehingga prinsip yang diberlakukan adalah "Safety first".
"Jadi, kita (tim evakuasi gabungan) dalam pencarian korban prinsipnya safety first," katanya.
Terkait waktu pencarian korban tanah longsor di Ponorogo, Sutopo menyebutkan, berdasarkan peraturan, pencarian berlangsung selama tujuh hari.
"Sesuai aturan, kita akan lakukan pencarian selama tujuh hari, dari tanggap 1 sampai 7 April," jelasnya. (mdk/tyo)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya