Gubernur Sulteng sebut atlet terlantar di Manggarai tak pernah lapor

Kamis, 22 September 2016 22:27 Reporter : Yulistyo Pratomo
Gubernur Sulteng sebut atlet terlantar di Manggarai tak pernah lapor atlet PON Sulteng terlantar di Stasiun Manggarai. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola meminta Bupati Morowali Anwar Hafid untuk memulangkan atlet muay thai yang dilaporkan terlantar di Jakarta. Mereka tidak bisa kembali ke kampung halamannya karena tak memiliki uang untuk membeli tiket pulang usai menghadiri PON XIX di Jawa Barat.

"Pemprov dan KONI Sulteng sama sekali tidak mengetahui keberangkatan mereka ke PON XIX," kata gubernur kepada pers di Palu, Kamis (22/9) malam, terkait laporan bahwa sejumlah atlet Sulteng telantar di Stasiun Manggarai Jakarta, demikian dilansir Antara.

Longki mengungkapkan Bupati Morowali sudah mengingatkan mereka mengenai biaya yang harus dikeluarkan sebelum keberangkatan. Namun peringatan itu diabaikan ofisial sekaligus pelatih Muay Thai tim, Iwan Said.

"Rupanya sang ofisial Iwan Said itu nakal. Berbekal nekat dan pertemanan dengan jurnalis, mereka memanfaatkan momentum PON tersebut. Pemda Sulteng dan KONI tidak tahu menahu dengan keberangkatan mereka," ujarnya.

Longki akan mengingatkan KONI agar cabang olahraga ini ditegus keras dan harus diberi sanksi.

Sementara itu, Sekretaris KONI Sulteng Safei yang dihubungi wartawan melalui telepon di Bandung mengatakan tim Muay Thai berangkat atas inisiatif sendiri dari Morowali ke Bandung. Namun setiba di Bandung mereka tidak pernah melapor atau berkoordinasi dengan KONI maupun posko kontingen Sulteng.

"Bahkan sampai meninggalkan Bandung untuk balik ke Sulteng pun mereka tidak pernah berkoordinasi dengan KONI," jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa Pengurus Provinsi Muaythai Sulteng pun tidak pernah melaporkan ke KONI Sulteng soal keberangkatan anak-anak muaythai itu ke PON XIX.

Iwan Said sendiri ketika dihubungi wartawan di Jakarta mengatakan akan mencari tempat menginap di Mess Pemda Sulteng selama menanti uluran tangan pihak-pihak yang tergerak hatinya untuk membantu kepulangan mereka ke Morowali.

Sebelumnya, sembilan atlet asal Provinsi Sulawesi Tengah terlantar di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan. Mereka yang merupakan atlet Muay Thai ini tak punya ongkos pulang ke tempat asalnya di Palu, Sulawesi Tengah.

"Kami berangkat sejak awal memang tidak dari uang Pemda. Ini uang patungan anggota DPRD dan uang kami sendiri," kata pelatih sembilan atlet tersebut, Iwan Said di Stasiun Manggarai, Jakarta, Kamis (22/9).

Iwan menjelaskan setelah mengikuti pertandingan terakhir di Cianjur, mereka lalu memutuskan pulang naik kereta dari Bogor. Dikarenakan tak punya uang, mereka harus menetap sementara di Stasiun Manggarai.

Pemerintah setempat, kata dia, tepatnya Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Morowali tak memberikan dana bagi mereka untuk akomodasi ke lokasi PON. Maka dari itu, dia menyatakan uang pegangan mereka sebesar Rp 15 juta berasal dari swadaya.

"Kami sudah lama mengajukan, paling tidak atributlah untuk tanding. Tapi tidak sama sekali, kami berangkat swadaya bawa uang Rp 15 juta," katanya. [tyo]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini