Greenpeace Sebut Ribuan Hektare Tanah Prabowo Cerminkan Ketimpangan Penguasaan Lahan

Senin, 18 Februari 2019 23:13 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Greenpeace Sebut Ribuan Hektare Tanah Prabowo Cerminkan Ketimpangan Penguasaan Lahan Debat kedua Pilpres 2019. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Pemimpin tim juru kampanye Hutan Greenpeace Arie Rompas mengatakan, kepemilikan lahan Capres Prabowo Subianto mencerminkan ketimpangan penguasaan lahan di Indonesia. Kepemilikan lahan Prabowo itu sebelumnya diungkap Capres Jokowi saat debat yang berlangsung semalam.

Prabowo tak membantah pernyataan Jokowi tersebut. Dia pun mempersilakan negara mengambilnya asal tak dikelola asing.

"Prabowo adalah salah seorang yang menguasai lahan yang diberikan izin oleh pemerintah, itu cerminan ketimpangan penguasaan lahan jika dibandingkan dengan jutaan rakyat yang bekerja di sektor pertanian yang tidak memiliki tanah atau buruh tani di negeri ini," kata Arie saat dihubungi di Jakarta, Senin (18/2). Seperti diberitakan Antara.

Arie menuturkan saat ini kepemilikan lahan lebih banyak dikuasai korporasi daripada rakyat kecil. Padahal menurut dia, kepemilikan lahan bagi rakyat kecil menyokong ekonomi dan penghidupan mereka.

"Prabowo adalah salah satu pemain bisnis penggunaan lahan, namun selain Prabowo banyak juga pengusaha bahkan korporasi asing menguasai lahan di Indonesia sehingga menjadi ketimpangan penguasaan lahan yang besar dan Jokowi (Joko Widodo) bisa mengkoreksi selama dia berkuasa untuk mengevaluasi perizinan dan menyelesaikan konflik-konflik tanah," ujar Arie.

Manajer Kampanye Pangan, Air dan Ekosistem Esensial Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Indonesia Wahyu A Perdana menuturkan ketimpangan lahan terjadi di seluruh sektor termasuk pemegang konsesi tambang dan perkebunan oleh korporasi.

Walhi menilai bahwa debat capres kedua tidak menyentuh akar masalah karena para calon presiden terkesan cenderung tidak menguasai atau menghindar pada pembahasan-pembahasan yang bersifat substantif terkait lingkungan.

Secara umum, pada proses debat itu, Wahyu mengatakan ada kecenderungan Jokowi mengklaim terlalu berlebihan, seperti pada pembahasan terkait kebakaran hutan dan konflik. Pada sisi lain Prabowo terkesan tidak menguasai masalah, dan menyampaikan secara umum dan terkesan hanya jargon.

Dalam proses awal debat, Jokowi mengatakan tidak ada kebakaran hutan di lahan gambut selama tiga tahun terakhir, faktanya dari data titik panas yang diolah oleh Walhi, dari 8.617 titik panas sepanjang 2018, 3.427 titik panas berada di lahan gambut.

Pada debat capres itu, Jokowi menyampaikan bahwa Prabowo memiliki lahan yang luas sebesar 220.000 hektare di Kalimantan Timur dan 120.000 hektare di Aceh Tengah. "Saya hanya ingin menyampaikan bahwa pembagian-pembagian seperti ini tidak dilakukan di masa pemerintahan saya," ujarnya.

Prabowo Subianto menanggapi bahwa kepemilikannya atas ratusan ribu hektare tanah merupakan lahan hak guna usaha (HGU). "Tadi disinggung tentang tanah yang katanya saya kuasai ratusan ribu di beberapa tempat, itu benar, tapi itu lahan HGU, itu adalah milik negara. Jadi, setiap saat negara bisa ambil kembali," kata Prabowo dalam Debat Capres 2019 Putaran Kedua di Jakarta, Minggu (17/2). [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini