GP Ansor dan FAPP siap ke DPR untuk lobi Perppu ormas menjadi UU
Merdeka.com - Forum Advokat Pengawal Pancasila (FAPP) mendatangi GP Ansor untuk membicarakan terkait Judicial review yang sudah dilakukan FAPP ke MK sebagai pihak yang mendukung Perppu Ormas nomor 2 tahun 2017.
Anggota FAPP I Wayan Sudirta mengatakan Perppu tersebut hadir sebagai pelindung dari ormas-ormas yang ingin mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi lain. Dan dia menegaskan perppu bukan diarahkan pada kelompok tertentu.
"Itu tidak bener buktinya Ansor, PBNU tidak merasa diperlakukan seperti itu. Sebenarnya perppu ini memuat rambu-rambu, hanya memuat rambu-rambu saja kalau tidak ingin dibubarkan bisa kok, baca saja perppunya lalu jangan dilanggar gampangkan," katanya di Kantor GP Ansor Jakarta, Rabu (23/8).
"Tapi kalau udah diberi rambu-rambu anda melanggar yah resikonya dibubarin. Oleh karena itu tegas kepada siapapun yang melanggar nggak bisa ditunjukkan kepada satu ormas saja pemerintah harus adil harus tegas," sambungnya.
Sementara itu Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas, akan bersama-sama para advokat FAPP mendukung agar perppu ini menang di MK karena tujuan dari perppu ini mulia yakni untuk menjaga kesatuan NKRI.
"Kita akan bersama-sama dengan para advokat ini untuk mendukung perppu agar supaya di Judicial review kita yang menang sebagai pihak yang dukung pemerintah," jelasnya.
Bahkan Ansor siap mendatangi anggota DPR untuk melakukan lobi-lobi agar segera disahkan menjadi Undang-Undang. "Kita akan melakukan mediasi lobi2 terutama dgn temen-teman di DPR. Karena kita denger, orang yang menentang perpu ini juga melakukan hal yang sama. Karena apapun perpu ini juga akan ke DPR," ucapnya.
Dan dengan tegas dirinya juga tidak akan melakukan komunikasi apalagi mediasi terhadap pihak-pihak yang menentang perppu ini. "Apalagi yang perlu dimediasi wong mereka sudah berbeda. Mereka ingin mendirikan negara lain selain RI. Kita ingin bertahan dengan RI, jadi gak perlu yang ada di mediasi. Satu satunya yang ingin jalan tengah itu kalo mereka menerima NKRI," pungkas dia.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya