Ganjar Pranowo Tegaskan Tak Ada Urgensi Pemekaran Wilayah Soloraya

Rabu, 9 Oktober 2019 12:25 Reporter : Arie Sunaryo
Ganjar Pranowo Tegaskan Tak Ada Urgensi Pemekaran Wilayah Soloraya ganjar pranowo. ©2019 Merdeka.com/salviah ika padmasari

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku terkejut mendengar wacana pemekaran wilayah Soloraya yang dilontarkan Bupati Karanganyar Juliyatmono. Menurut dia, sejauh ini tak ada alasan mendesak sehingga pemekaran wilayah Soloraya harus dilakukan.

"Saya agak terkejut sih, dengan isu pemekaran. Nggak ada apa-apa kemudian ada pemekaran. Karena, satu, urgensinya apa belum dimunculkan, terus kemudian targetnya apa?" ujar Ganjar Pranowo, saat ditemui merdeka.com di UNS Inn, Solo, Rabu (9/10).

Menurut Ganjar, yang terpenting saat ini bagi pemerintah daerah adalah masing-masing fokus bekerja. Sehingga nantinya akan muncul problem di sana.

Dia mengatakan, jika problem tersebut tidak bisa terpecahkan, oleh unit-unit pemerintah provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan/desa solusinya tidak harus dengan pemekaran wilayah.

"Saya punya pengalaman soal itu. Musti diperhitungkan betul, dikaji betul. Apakah kemudian ketika pemekaran terjadi, bisa mendorong peningkatan kesejahteraan?" kata Ganjar.

Dia mencontohkan yang terjadi di Kabupaten Brebes selatan, yang juga ingin adanya pemekaran. Namun setelah dicarikan solusi, problem yang dihadapi akibat luasnya wilayah sehingga pelayanan dan fasilitas lainnya jauh dari jangkauan, bisa teratasi.

Ganjar menilai, pertumbuhan ekonomi di Solo Raya atau eks Karesidenan Surakarta luar biasa. Sehingga alasan pertumbuhan ekonomi yang lambat, dinilainya tidak tepat.

"Harus hati-hati, jangan sampai ada orang yang punya interest-interest pribadi. Saya pingin jadi gubernurnya, saya pingin berkuasa, itu jangan sampai. Kalau orientasinya kepada rakyat, harus lebih baik," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Juliyatmono mewacanakan wilayah eks Karisidenan Surakarta (Solo, Sukoharjo, Wonogiri, Boyolali, Klaten, Sragen dan Karanganyar) membentuk provinsi baru. Ia mengaku sudah menyampaikan usulan kepada sejumlah kepala daerah. Menurutnya, banyak pertimbangan sehingga dirinya mengusulkan pembentukan Provinsi Surakarta.

"Saya sebenarnya sudah lama menyampaikan itu. Saat masih di DPRD Karanganyar sebagai Wakil Ketua DPRD dulu. Penting untuk dibicarakan membuat Provinsi Surakarta," ujar bupati, Senin (7/10).

Juli, sapaan akrab bupati menilai, sebagai wilayah provinsi, Surakarta memiliki persyaratan serta infrastruktur yang memadai. Diantaranya keberadaan Bandara Udara (Bandara) Internasional Adi Soemarmo di Boyolali, jalan tol Trans Jawa yang melintasi wilayah tersebut. Surakarta juga memiliki pusat perdagangan. Ia juga menyampaikan jika ada beberapa daerah di Jawa Timur yang juga tertarik dengan usulan tersebut.

"Saya sudah sampaikan usulan ini kepada kepala daerah lain di eks Karesidenan Surakarta soal usulan itu. Secara umum mereka menanggapi positif," jelasnya. [gil]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini