Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

'Foto Ungku Saliah bukan untuk penglaris, tapi untuk dikagumi'

'Foto Ungku Saliah bukan untuk penglaris, tapi untuk dikagumi' ungku saliah. ©blogspot.com

Merdeka.com - Tak semua orang beranggapan bahwa pemajangan foto Ungku Saliah untuk penglaris, namun hanya sekedar mengagumi jejak syiar Islam yang dilakukannya. Salah satunya adalah Doni (32), perantau minang asal Kampung Dalam Pariaman, mengakui alasannya memajang foto Ungku Saliah di Rumah Makan Padang yang dikelolanya hanya sekedar sebagai pengagum, bukan sebagai penglaris.

"Ungku Saliah itu kan ulama, dia berperan besar dalam menyiarkan agama Islam. Ini sekedar memajangkan saja," ujar Doni kepada merdeka.com, Selasa (6/5)

Doni bercerita bahwa kekagumannya kepada Ungku Saliah tak lebih dari perjuangan Ungku Saliah dalam menyampaikan ajaran Islam. Diapun juga mengikuti pengajian yang dibawa Ungku Saliah, pengajian tarekat.

"Abang belajar dari muridnya juga," ujarnya yang juga menjelaskan bahwa sampai sekarang di tempat asalnya Ungku Saliah, Sungai Sariak Pariaman, rutin diadakannya pengajian tarekat.

Lebih lanjut, Pria yang membuka warung rumah makan padang di daerah Pesakih Kalideres, Jakarta Barat itu menjelaskan, bahwa bukan Ungku Saliah saja yang ingin dia pajang di warungnya. Dia ingin mengumpulkan foto para alim ulama asal Sumatera Barat. "Rencana mau pasang foto ulama-ulama lainnya," ujarnya sambil menyebut salah satunya Buya Hamka.

Ungku Saliah merupakan ulama yang berasal dari Kabupaten Padang Pariaman khususnya Kecamatan VII Koto Sei Sarik. Menurut berbagai sumber yang dihimpun, Ungku Saliah lahir sekitaran tahun 1887 dan merupakan penganut Mazhab Syafi'i. Nama Saliah sendiri merupakan sebuah gelar yang beliau dapati saat mempelajari ilmu tarekat dari gurunya karena beliau merupakan anak yang rajin belajar dan beribadah. Beliau memiliki murid dan pengikut yang sangat banyak.

Semasa hidupnya, dari cerita orang-orang tua dulu dan pengikutnya, Ungku memiliki keistimewaan khusus layaknya wali Allah. Bila ada yang minta obat kepada Ungku Saliah terkadang beliau hanya mengambil sembarangan apa yang tampak di depan matanya. Seperti misalnya daun, rumput, batu atau yang lainnya. Ajaibnya benda-benda yang diambilnya mujarab jadi alat penyembuh.

Cerita lain yang beredar adalah soal kehebatan Angku dalam memecah raga. Ungku disebut-sebut bisa menghadiri acara beberapa tempat yang berbeda di waktu yang bersamaan. Dan cerita yang paling dikenang oleh orang-orang tua adalah beliau pernah melempar batu kerikil saat air bah datang di sebuah kampung, air bah tersebut berbelok arah dan tidak jadi mengenai kampung.

Ungku Saliah wafat 3 Agustus 1974 di Sungai Sariak, Pariaman. Makamnya dibuat gobah yang sampai sekarang tetap dikunjungi oleh para penziarah. 

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP