Fakta-Fakta Anggota TNI Jadi Dalang Kasus Mayat Dalam Karung di Bogor

Jumat, 12 Agustus 2022 11:03 Reporter : Ya'cob Billiocta
Fakta-Fakta Anggota TNI Jadi Dalang Kasus Mayat Dalam Karung di Bogor Tersangka pembunuhan berencana di Bogor. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Tidak kurang dari dua minggu, kasus penemuan mayat dalam karung goni di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor berhasil diungkap polisi. Saat pertama kali ditemukan, kondisi mayat terikat kabel ties dengan pakaian yang masih menempel di tubuh.

"Kondisinya tangan terikat tali ripet (tali ties). Leher juga terikat tali ripet dan dibungkus karung goni. Masih pakai celan jin panjang warna hitam. Sepatu juga masih nempel di kaki," kata Sekretaris Desa Sukawangi, Ujang Solihin, Minggu (30/7).

Polisi lantas bergerak mengungkap penemuan tersebut. Pendalaman perkara dilakukan. Akhirnya identitas korban diketahui bernama Ahmad Nurcholys, Bendahara KONI Kayong Utara, Kalimantan Barat. Polisi juga menetapkan empat orang sebagai tersangka, salah satunya berinisial AK (33) yang diketahui merupakan anggota TNI.

"Si korban ini yang bekerja sebagai bendahara KONI salah satu daerah di Kalimantan Barat," kata Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin, Kamis (11/8).

Berikut fakta-fakta kasus tersebut:

2 dari 5 halaman

Berawal dari Utang Rp300 Juta

AN alias Ahmad Nurcholys menjadi korban pembunuhan berencana. Korban dihabisi usai berupaya menagih utang kepada AK sebesar Rp300 juta.

Polres Bogor telah menetapkan empat orang tersangka, di mana laki-laki berinisial AK warga Kalimantan Barat ditetapkan sebagai otak pembunuhan lantaran memiliki utang sebesar Rp300 juta kepada korban.

Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin menjelaskan, korban berinisial AN datang ke Jakarta untuk bertemu dengan AK dengan niat menagih utang.

"Karena si korban ini yang bekerja sebagai bendahara KONI salah satu daerah di Kalimantan Barat, ingin menagih utang ke pelaku AK karena akan ada audit," kata Iman, Kamis (11/8).

3 dari 5 halaman

Modus Ajak ke Pabrik Uang Palsu

Saat bertemu dengan korban, AK justru mengajak untuk ikut dengannya ke lokasi pembuatan uang palsu di wilayah Sukamakmur.

AK tidak sungguh-sungguh mengajak korban ke lokasi pembuatan uang palsu. Dia justru telah merencanakan untuk membunuh korban dengan membayar tiga orang asal Jakarta Timur berinisial AA (37), D (37) dan RH (25) masing-masing dijanjikan imbalan Rp2 juta untuk menghabisi korban.

Korban pun setuju untuk ikut dengan AK ke Sukamakmur dengan syarat tangan diikat dan mata ditutup, dengan alasan agar tidak dapat menghapal jalan. Untuk meyakinkan korban, salah satu pelaku berinisial RH pun berpura-pura ingin membuat uang palsu, serta tangan diikat dan mata tertutup.

"Ketika sudah dekat dengan TKP, saat itu AK mengeksekusi korban dengan cara memiting leher korban dari belakang, selanjutnya pelaku D membekap korban menggunakan jaket dan memegang tubuh korban. Setelah korban tidak berdaya, pelaku AA memerintahkan pelaku RH menjerat leher korban dengan tali ripet untuk memastikan korban benar-benar meninggal dunia," kata Iman.

4 dari 5 halaman

Para Pelaku sempat Kabur ke Tegal

Setelah tewas, jasad AN dibuang di sekitar Jembatan Arca, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur dan ditemukan pada Sabtu (30/7) sekitar pukul 09.00 WIB. Kemudian para pelaku pergi ke daerah Tegal.

Dalam perjalanannya, pelaku AK menarik uang dari ATM korban sebesar Rp1 juta di sekitaran Bandung. Kemudian di daerah Garut, pelaku AK membagi uang jasa untuk membunuh korban masing-masing Rp2 juta.

"Mereka menghilangkan jejak dengan membakar barang-barang milik korban berupa pakaian dan handphone di daerah Tegal," jelas Iman.

5 dari 5 halaman

Otak Pelaku Anggota TNI dan Mantan Petinju

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Siswo DC Tarigan mengungkapkan, AK aktif berdinas di Kalimantan Barat. Namun, saat ini dia sedang mengikuti pendidikan di Lanud Atangsendjaja TNI AU, Bogor.

"Otak pelaku itu oknum TNI. Kita bekerja sama dengan Satpom TNI AU Lanud Atangsendjaja untuk menangkap pelaku. Yang bersangkutan sebenarnya dinas di Kalbar. Di sini sebagai peserta didik, tapi organiknya di Kalbar," kata Siswo, Kamis (11/8).

AK juga merupakan mantan atlet tinju di Kalimantan Barat. Saat ini dia ditahan di Lanud Atangsendjaja. "Tidak melakukan perlawanan (saat ditangkap). Mereka semua kooperatif," jelas Siswo.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP dan/atau Pasal 338 KUHP dan/atau Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup atau 20 tahun. [cob]

Baca juga:
Bunuh Bendahara KONI Kayong Utara, Sertu AK Ditahan di Lanud Atang Sendjaja
Anggota TNI AU Dalang Pembunuhan Bendahara KONI Kayong Utara, Motif Utang Piutang
Tolak Bayar Utang, Ini Kronologi Prajurit TNI Habisi Bendahara KONI Koyang Utara
Titik Terang Kasus Pembunuhan Bocah 4 Tahun di Jambi, Keluarga Serahkan Rekaman CCTV
Kasus Penemuan Mayat di Bagasi Alphard, Polisi Amankan Satu Orang
Terungkap, Mayat Dalam Karung Goni di Bogor Ternyata Korban Pembunuhan Berencana

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini