Ekspresi Bharada E Berhadapan dengan Terdakwa Kasus Obstruction of Justice Brigadir J

Senin, 28 November 2022 12:09 Reporter : Bachtiarudin Alam
Ekspresi Bharada E Berhadapan dengan Terdakwa Kasus Obstruction of Justice Brigadir J 4 Terdakwa OOJ bersaksi di Sidang Bharada E. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Terdakwa Richard Eliezer alias Bharada E kembali menjalani sidang untuk perkara pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Agenda persidangan mendengarkan keterangan saksi.

Empat dari sejumlah saksi yang dihadirkan adalah mantan anggota polisi yang menjadi terdakwa obstruction of justice (OOJ) kasus Brigadir J. Empat terdakwa OOJ yakni Baiquni Wibowo, Agus Nur Patria, Chuck Putranto, dan Arif Rahman Arifin.

Ini pertama kalinya Bharada E bertemu dengan para seniornya yang dahulu menjabat sebagai anak buah Ferdy Sambo ketika masih menjabat Kadiv Propam Polri. Bharada E terlihat tenang ketika duduk di kursi terdakwa yang mengarah langsung pada saksi.

Bharada E mengenakan kemeja hitam dan celana hitam. Dia juga memegang buku motif sampul batik yang kerap dipakainya untuk mencatat selama sidang.

Sebelum duduk di kursi terdakwa, dia sempat menyapa para pengunjung sidang, dengan sedikit menundukan kepala dan seraya bersalam.

Di persidangan kali ini, Bharada E tidak sendiri. Bersamaan dengan sidangnya, juga dihadirkan terdakwa Ricky Rizal dan Kuat Maruf. Ketiganya menjalani agenda persidangan pemeriksaan saksi yang sama.

Selain keempat saksi yang merupakan terdakwa OOJ, Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga menghadirkan yakni; Driver/Supir Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Audi Pratowo; Kepala Urusan Logistik Pelayanan Masyarakat Polri, Linggom Parasian Siahaan; dan Kabag Gakkum Provost Divpropam Polri, Susanto Haris.

"Sebelum memulai sidang, saudara kita ambil dulu sumpahnya sesuai kepercayaan masing-masing," kata Wahyu Iman Santosa saat sidang.

Dilanjutkan dengan pengambilan sumpah yang dipandu petugas dari Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Dakwaan Pembunuhan Berencana

Dalam perkara ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah mendakwa total lima tersangka yakni, Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Richard Eliezer alias Bharada E, Ricky Rizal alias Bripka RR, dan Kuat Maruf.

Mereka didakwa turut secara bersama-sama terlibat dengan perkara pembunuhan berencana bersama-sama untuk merencanakan penembakan pada 8 Juli 2022 di rumah dinas Komplek Polri Duren Tiga No. 46, Jakarta Selatan.

"Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain," ujar jaksa saat dalam surat dakwaan.

Atas perbuatannya, kelima terdakwa didakwa sebagaimana terancam Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP yang menjerat dengan hukuman maksimal mencapai hukuman mati.

Sedangkan hanya terdakwa Ferdy Sambo yang turut didakwa secara kumulatif atas perkara dugaan obstruction of justice (OOJ) untuk menghilangkan jejak pembunuhan berencana.

Atas hal tersebut, mereka didakwa melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 dan/atau Pasal 48 ayat (1) juncto Pasal 32 ayat (1) UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 dan/atau Pasal 221 ayat (1) ke 2 dan 233 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dan/atau Pasal 56 KUHP.

"Timbul niat untuk menutupi fakta kejadian sebenarnya dan berupaya untuk mengaburkan tindak pidana yang telah terjadi," sebut Jaksa. [lia]

Baca juga:
Jaksa Hadirkan 17 Saksi di Sidang Terdakwa Bharada E, Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf
Survei Indikator: 74,3% Publik Percaya Jaksa Tuntut Ferdy Sambo dengan Sanksi Berat
Survei Indikator: Kepercayaan pada Polri Naik 60,5 Persen
Pengamat Ragu Ada Motif Balas Dendam Ferdy Sambo di Balik Kasus Tambang Ismail Bolong

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini