Dua tahun kasus Pelindo II berjalan, KPK baru periksa 60 saksi

Kamis, 5 Oktober 2017 19:40 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Dua tahun kasus Pelindo II berjalan, KPK baru periksa 60 saksi 10 Crane di Tj Priok. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Dua tahun kasus dugaan korupsi proyek pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) di Pelindo II yang menjerat mantan Dirut PT Pelindo II, Richard Joost Lino (RJ Lino) mandek di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, hingga kini pihaknya masih melakukan penyidikan atas kasus tersebut.

"Sampai sekarang sekitar 60 saksi telah diperiksa, yang terdiri dari unsur pejabat dan staf Pelindo II, pejabat Kementerian BUMN dan swasta," kata Febri dalam pesan singkat, Kamis (5/10).

KPK juga masih menghitung total kerugian negara akibat kasus dugaan korupsi pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) di Pelindo II yang menjerat mantan Dirut Pelindo II Richard Jose Lino atau RJ Lino. "Proses perhitungan kerugian negara masih berlangsung," tambah dia.

KPK juga masih berkoordinasi dengan badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menghitung total kerugian negara dari kasus tersebut. "Selain BPKB, penghitungan juga melibatkan para ahli di bidang teknik yang relevan dengan proyek QCC tersebut," papar dia.

Hari ini penyidik KPK memeriksa mantan Direktur Operasional dan Teknik PT Pelindo II Ferialdy Noerlan terkait mekanisme pengadaan proyek. "Masih mendalami proses dan mekanisme pengadaan proyek tersebut," ucapnya.

Diketahui sebelumnya, KPK telah menetapkan Dirut PT Pelindo RJ Lino sebagai tersangka pada Jumat 18 Desember lalu. Penetapan Lino sebagai tersangka merupakan hasil dari pengembangan dari laporan masyarakat kemudian naik ke penyelidikan dan dilakukan pendalaman.

RJ Lino diduga memperkaya diri ataupun korporasi dengan menunjuk secara langsung perusahaan asal Hongkong dalam pengadaan QCC. Atas perbuatannya Lino disangkakan Pasal 2 (1) dan atau Pasal 3 Nomor 31 Tahun 1999 Juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP. [noe]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini