Dua kali ditunda berangkat umroh, jemaah resah Abu Tours seperti First Travel

Kamis, 18 Januari 2018 16:49 Reporter : Salviah Ika Padmasari
Dua kali ditunda berangkat umroh, jemaah resah Abu Tours seperti First Travel Ilustrasi Haji. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Salah satu calon jemaah umroh Abu Tours, Prof Dr Jalaluddin Rahmat (66), warga Makassar, tengah gelisah. Biro perjalanan haji dan umroh yang berpusat di Makassar itu mendadak menggagalkan keberangkatan dari jadwal yang sudah ditetapkan. Penundaan ini untuk kedua kalinya.

Saat dikonfirmasi, guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar itu menjelaskan sebenarnya dia akan melaksanakan ibadah umroh dengan istri, Dr Aisyah Ismail. Dia sudah menyetor dana sejak April 2017 lalu dan melakukan pelunasan ke kantor Abu Tours Travel di Jl AP Pettarani sebesar Rp 32.320.000 untuk dua orang atau masing-masing Rp 16.160.000. Ditambah asuransi Rp 250 ribu perorang sehingga totalnya Rp 500 ribu.

Sebenarnya, kata Jalaluddin, sejak awal dia sudah ragu menggunakan jasa Abu Tours karena harganya sangat murah. Biaya Rp 16 juta lebih itu hanya mencukupi biaya tiket.

"Tapi karena adik saya dan rombongan, sahabat-sahabat saya dan juga pengurus Masjid Al Markaz sukses manfaatkan jasa Abu Tours, akhirnya saya tergoda juga pilih travel ini juga. Saat penyetoran dana April 2017 lalu itu, dijadwalkan saya dan istri berangkat umroh tanggal 10 Januari tapi ternyata ditunda dan dijanjikan 17 Januari. Selasa kemarin, (17/1) sedianya saya sudah berangkat tapi ditunda lagi Februari mendatang," katanya kepada wartawan, Kamis (18/1).

"Saat datang ke kantor Abu Tours, bukan hanya saya yang datang pertanyakan soal penundaan pemberangkatan. Ada kira-kira 10 orang lagi, itupun perwakilan rombongan. Karena khawatir Abu Tours ini seperti First Travel, saya adukan ke Kementerian Agama Sulsel dan Komisi E DPRD Sulsel hal ini dibicarakan dan dicari jalan keluarnya," sambungnya.

Pihak Abu Tours sudah mengeluarkan jaminan padanya dan beberapa orang yang keberangkatannya ditunda akan terbang pada Februari mendatang. Dia tunggu janji itu, sambil terus memantau perkembangan dari bisnis Abu Tours.

Terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Sulsel, Abdul Wahid Thahir, mengatakan selama ini Abu Tours belum ada indikasi melakukan penipuan seperti yang dilakukan First Travel.

"Untuk sementara belum ada indikasi seperti First Travel karena masih memberangkatkan calon jemaah, hanya ada penundaan. Ini sisa 16 ribu orang lebih yang dijadwalkan berangkat secara bertahap. Kita akan pantau dan ikuti perkembangannya. Makanya kami minta juga minta OJK untuk audit Abu Tours," kata Abdul Wahid Thahir. [lia]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini