Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dua Begal Tewas di Tangan Korbannya Telah Dimakamkan

Dua Begal Tewas di Tangan Korbannya Telah Dimakamkan ilustrasi garis polisi. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Dua begal yang tewas di tangan korbannya kini telah dimakamkan. Diketahui, saat itu kedua pelaku begal beraksi bersama dua orang rekannya di Jalan Raya Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur, NTB, beberapa waktu lalu. Keempatnya melengkapi diri dengan senjata tajam.

"Korban (begal) telah dikuburkan di pemakaman umum Desa Beleka, kemarin," kata Kapolsek Praya Timur, Iptu Sayum, di Praya, NTB, Kamis (14/4).

Jenazah terduga begal juga telah diautopsi di RS Bhayangkara di Mataram untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Pihak keluarga menerima kejadian itu sebagai musibah dan situasi kamtibmas sampai saat ini masih kondusif.

"Pihak keluarga telah menerima, namun kasus ini masih viral di media sosial," katanya.

Awalnya, pihak keluarga mengira kedua begal itu tewas karena dibunuh. Namun, setelah mengetahui duduk perkara dari dua rekan begal yang selamat, keluarga tidak jadi menuntut.

"Awalnya diduga dibunuh, sehingga keluarganya minta supaya diungkap," katanya.

Pasca kejadian itu, polisi langsung turun melakukan pendekatan kepada para tokoh agama dan keluarga kedua belah pihak, baik di Desa Ganti dan Desa Beleka guna mengantisipasi gangguan kamtibmas.

Selain itu polisi juga berpatroli dan menekankan kepada anggota Babinkamtibmas di masing-masing desa untuk sama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan Ramadhan ini.

"Kami tetap melakukan pendekatan, supaya tidak ada gesekan di lapangan. Korban begal yang sempat diamankan juga telah diberikan penangguhan penahanan oleh penyidik Polres Lombok Tengah," katanya.

Pelaku Begal Dibunuh Korbannya

Kasus ini ramai dibicarakan di media sosial. Sebab, korban begal Murtede alias Amaq Sinta (34) justru ditahan oleh polisi. Ia disangkakan pasal pembunuhan.

Ia dibegal empat orang saat mengendarai sepeda motornya di jalan Desa Ganti untuk mengantarkan makanan buat ibunya, di Lombok TImur, pada Minggu malam (10/4). Namun, usai ramai, Murtede mendapat penangguhan penahanan.

"Allhamdulilah saya merasa senang sekali bisa bebas dan berkumpul lagi bersama keluarga," kata dia, saat ditemui di rumahnya di Praya Timur, Kamis (14/4).

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP