Driver online tewas dirampok, Gubernur Alex minta pengelola perketat sistem
Merdeka.com - Kasus perampokan disertai pembunuhan yang dialami beberapa driver angkutan online di Sumatera Selatan menjadi perhatian Gubernur Sumsel Alex Noerdin. Tak ingin lagi terulang, Alex meminta perusahaan pengelola jasa angkutan daring memperketat sistem monitoring pegawainya.
Menurut Alex, sistem pengawasan tersebut diperlukan untuk memantau keamanan dan keselamatan para driver. Hal ini semestinya menjadi perhatian pengelola agar kasus serupa tidak terus terulang.
"Ya kantor pusatnya (perusahaan jasa angkutan online) harus lebih cermat, sistem keamanan driver harus nomor satu, biar sama-sama aman, baik driver maupun penumpang," ungkap Alex, Selasa (3/4).
Dikatakannya, kantor pusat juga dapat memantau perjalanan drivernya setelah mengambil penumpang. Dengan demikian, apapun yang terjadi atau dialami pengemudi dapat diketahui.
"Setelah ambil penumpang, driver lapor ke kantor pusat. Nah dari situ bisa dipantau GPS-nya, bisa terlacak ke mana saja mengantar penumpang," ujarnya.
Selain itu, kata dia, driver taksi online juga diminta waspada mengambil orderan. Bila perlu driver harus mempertimbangkan kembali setiap orderan yang masuk, terutama dari dan tujuan daerah yang masuk rawan kriminal.
"Harus cerdas, hati-hati, jangan asal ambil penumpang, dilihat-lihat dulu," imbaunya.
Diketahui, setidaknya tiga kasus driver online di Palembang menjadi korban perampokan bahkan pembunuhan. Pada 21 Agustus 2017 lalu, driver GO-CAR, Edward Limba alias Ewa (35) ditemukan tewas mengenaskan dengan luka di sekujur tubuh dan lehernya terjerat di kebun karet Jalan Peternakan BPTU-HPT, Banyuasin. Polisi meringkus empat pelaku, yakni berinisial AL, AR, UC, dan IW.
Lalu, pada 24 Oktober 2017, giliran driver GO-CAR, Hendi Gunawan, dirampok saat mengantar penumpang. Beruntung, dia tidak sampai tewas meski tubuhnya diikat dan dibuang di daerah Ogan Ilir. Hanya saja, mobil miliknya jenis Avanza dibawa kabur pelaku.
Terbaru, driver GO-CAR, Tri Widyantoro (44) hilang misterius sejak mengantar penumpang, Kamis (15/2) sore. Korban yang tinggal di Jalan Letnan Murod, Kelurahan Talang Ratu, Ilir Timur I, Palembang, itu diketahui membawa penumpang tujuan Kenten Laut dengan mengendarai mobil Daihatsu Xenia warna silver nomor polisi BG 1352 RP.
Satu setengah bulan hilang, jasad korban ditemukan sudah menjadi tulang di Desa Muara Sungsang, Banyuasin, Jumat (30/3). Lagi-lagi, dia menjadi korban perampokan dan pembunuhan. Polisi sudah menangkap tiga dari empat pelaku, satu diantaranya berstatus sebagai mahasiswa Universitas Sriwijaya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya