Dirlantas Polda Metro Jaya nilai ganjil genap Tol Cikampek tak akan efektif
Merdeka.com - Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra menilai, penerapan ganjil genap di ruas Tol Cikampek-Jakarta dari gerbang tol Bekasi Barat dan Timur yang rencananya diterapkan 12 Maret 2018 tidak akan efektif mengurangi kemacetan.
Menurutnya, jika program ini diterapkan hanya akan memindahkan kemacetan ke jalan arteri. Alangkah baik jika Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menerapkan sistem elektronik untuk mengatasi jumlah kendaraan.
"Akan berdampak pada jalan-jalan arteri, tapi pelaksanaan ganjil genap tidak efektif kalau diberlakukan di jalan tol. Kami sudah sampaikan pokoknya lebih efektif pakai elektronik," kata dia usai menghadiri launching Sistem Penerbitan Izin Online dan Multimoda (SPIONAM), e-Ticketing, dan e-Tilang, di kawasan CFD Jakarta, Minggu (4/3).
Lanjut Halim, lebih baik menggunakan Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) pada tol Jakarta-Cimkapek daripada menerapkan ganjil genap. Namun dia tetap akan melihat dulu evaluasi dari penerapan ganjil genap apakah efektif atau tidak.
"Tentunya dengan adanya elektronik enforcement, bisa lebih efektif. Kami juga bisa tahu kecepatan pengemudinya. Hanya mungkin sedang berproses. Akan ada evaluasi juga dengan kami berlakukan genap ganjil akan terlihat data-datanya," ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah pusat rencananya akan memberlakukan sistem ganjil-genap kendaraan pribadi dan mengalihkan (rerouting) kendaraan berat golongan II dan III ke luar tol mulai Agustus 2017.
Kebijakan itu akan diberlakukan mulai dari Bekasi Barat, Kota Bekasi sampai Cawang, Jakarta Timur dan arah sebaliknya. Adapun peraturan ini mulai berlaku pada jam sibuk dari pukul 06.00 sampai 09.00 WIB.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya