Dianugerahi Sri Perdana Mahkota Negara, JK bilang 'melayu bagian penting RI'

Minggu, 19 November 2017 16:09 Reporter : Supriatin
JK terima gelar Sri Perdana Mahkota Negara. ©2017 merdeka.com/supriatin

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dianugerahi gelar kebesaran adat melayu 'Sri Perdana Mahkota Negara' di Daik Lingga, Kepulauan Riau, Minggu (19/11). Gelar ini diberikan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau.

Penyerahan gelar Sri Perdana Mahkota Negara dilakukan di Balai Agung Negeri, Daik Lingga. Wapres JK yang didampingi istrinya Mufidah Kalla baru tiba di Balai Agung Negeri sekira pukul 14.40 WIB.

JK terima gelar Sri Perdana Mahkota Negara ©2017 merdeka.com/supriatin


Sebelum penyerahan gelar dilakukan, Wapres JK diminta untuk menuju pelaminan. Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini nampak mengenakan pakaian adat Teluk Belanga.

Selanjutnya, Raja Hafizah membacakan surat keputusan penganugerahan gelar adat melayu. Dilanjutkan dengan pembacaan warkah anugerah lembaga adat melayu oleh Datok Sri Setia Amanah, Abdul Razak.

Sesaat kemudian, Abdul Razak memasang tanjak, selempang, keris dan warkah sebagai tanda kebesaran adat kepada Wapres JK.

JK terima gelar Sri Perdana Mahkota Negara ©2017 merdeka.com/supriatin


Tak hanya memberikan gelar kebesaran adat kepada Wapres JK, LAM juga menganugerahkan gelar kepada Mufidah Jusuf Kalla. Mufidah diberi gelar Sri Puan.

Usai penganugerahan gelar adat, Wapres JK mengaku sangat senang. Dia berjanji akan mengemban amanah tersebut dengan baik.

"Terima kasih atas penghormatan tinggi kepada saya dan istri saya setelah dipertimbangkan dengan baik. Amanah ini akan saya emban sebaik-baiknya," ucap JK dalam sambutan singkatnya.

JK menuturkan, adat melayu merupakan bagian dari Indonesia yang tidak bisa terpisahkan. Meskipun melayu bukan penduduk terbesar di Indonesia, namun bahasa melayu memberikan kontribusi besar.

JK terima gelar Sri Perdana Mahkota Negara ©2017 merdeka.com/supriatin


"Melayu selalu dan menjadi bagian sangat penting walaupun melayu bukanlah penduduk terbesar negeri ini. Tapi kita semua sebangsa ini sepakat memakai bahasa melayu sebagai bahasa Indonesia kita," ujarnya.

Wapres JK juga menyebut, suku melayu dan suku bugis memiliki keterikatan kuat. Hal itu terlihat dari asimilasi kedua suku tersebut di Makassar, Sulawesi Selatan.

"Di Makassar juga banyak penduduk dari melayu sehingga kampung yang pertama kali apabila masuk di Makassar, kampung melayu. Tentu ini menjadi hubungan sedarah yang tidak bisa kita pisahkan," pungkasnya. [rnd]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.