Di hadapan wisudawan, Gus Ipul sampaikan pentingnya kolaborasi di era industri 4.0
Merdeka.com - Wakil Gubernur sekaligus calon Gubernur Jawa Timur (Jatim) nomor dua Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menghadiri Wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Ekononomi (STIE) Urip Sumoharjo di salah satu hotel di Surabaya, Sabtu (28/4). Gus Ipul menyampaikan orasi ilmiah di hadapan ratusan wisudawan.
Sebelum memulai orasinya, Gus Ipul menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan yang mampu merampungkan pendidikan sarjananya. UCapan juga diberikan kepada para orang tua/wali mahasiswa yang berhasil mengantarkan anaknya hingga lulus.
Menurut dia, perguruan tinggi seperti STIE Urip Sumoharjo diharapkan dapat melahirkan lulusan yang kompeten. Kompetensi ini diukur dari kemampuan, skill dan attitude.
"Contoh, tukang cukur. Selain bisa mencukur, dia juga tahu teori bagaimana mencukur yang baik. Juga sekaligus dia punya attiude yang baik, jadi ketika mencukur rambut tidak sampai bercecer rambutnya dan bersih," jelasnya.
Gus Ipul juga mengimbau kepada para lulusan, agar terlebih dahulu mengambil program magang di lembaga-lembaga yang memberikan kesempatan untuk itu. Dengan harapan, para sarjana ini mendapatkan pengalaman kerja. Barulah kemudian, bisa melanjutkan ke jenjang S2.
"Sehingga mereka bisa menerapkan apa yang didapatnya saat kuliah di dunia kerja. Sehingga mereka nantinya siap bersaing di pasar kerja," katanya.
Selain itu, Gus Ipul mengamini pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang menyebut Indonesia bakal menjadi negara ketujuh dengan ekonomi terkuat di dunia. Asalkan pertama, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tembus di atas 6 persen, termasuk Jawa Timur.
"Saat ini, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur baru 5,4 persen. Sebelumnya 5,1 persen, sehingga mengalami peningkatan 0,3 persen," tuturnya. Masih banyak instrumen yang perlu didongkrak dimulai dari konsumsi masyarakat (consumption), pengeluaran pemerintah (government spending), kinerja ekspor-impor dan investasi.
Kedua, kestabilan politik. Oleh karena itu, Gus Ipul mengajak seluruh hadirin sebagai elemen masyarakat untuk menciptakan suasana perpolitikan dan demokrasi yang menyejukkan, menyejahterakan dan memperkuat Indonesia. Bukan justru, memperpecah peratuan, dial anataranya dengan membuat kabar hoax.
"Stabilitas politik menjadi prasyarat untuk pembangunan Indonesia," ujarnya.
Ketiga, partisipasi generasi muda. Sebagai bagian dari generasi muda, Gus Ipul mengajak para wisudawan untuk kelak berkontribusi dalam pembangunan Indonesia, khususnya Jawa Timur. Terlebih menghadapi bonus demografi yang berlangsung 2020-2030. Dengan tingginya jumlah usia produktif ini, tentunya diharapkan membawa dampak positif bagi pembangunan.
Disusul dengan era industri 4.0, dimana digitalisasi tidak dapat dihindari dan kemudahan akses internet menjadi kebutuhan. Poinnya, lanjut Gus Ipul, yang penting di era ini adanya kolaborasi. Mengambil contoh kesuksesan platform digital Go-Jek, yang di dalamnya terjadi kolaborasi antara pemilik aplikasi, investor dengan pemilik kendaraan.
"Saat ini perputaran ekonominya mencapai sekitar Rp 40 triliun, mengalahkan Garuda Indonesia dengan Rp 22 triliun," pungkas dia. (mdk/hrs)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya