Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Di hadapan keluarga Intan, Kapolda Kaltim janji usut kasus Oikumene

Di hadapan keluarga Intan, Kapolda Kaltim janji usut kasus Oikumene Gereja Oikumene dijaga ketat. ©2016 Merdeka.com/Nur Aditya

Merdeka.com - Kapolda Kalimantan Timur (Kaltim) Irjen Safaruddin mendatangi rumah duka Intan Olivia Marbun (2,5) korban tewas dalam insiden ledakan bom di Gereja Oikumene, Kota Samarinda, Minggu (13/11) kemarin. Olivia tewas akibat mengalami luka bakar yang parah.

Di hadapan keluarga Intan, Safaruddin berjanji akan mengusut sampai tuntas pelaku dari insiden tersebut. Bukan hanya itu, dia juga akan mengejar jaringan dari pelaku pengeboman gereja tersebut.

"Kita akan mengusut tuntas pelaku beserta jaringannya," kata Safaruddin di lokasi, Senin (14/11).

Jenderal bintang dua ini berharap cukup Intan yang menjadi korban dari perbuatan kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab. Dia mengecam aksi brutal tersebut. "Jangan ada lagi korban," pungkas Safaruddin.

Sebelumnya, sebuah ledakan bom terjadi di halaman Gereja Oikumene di Sengkotek, Harapan Baru, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11). Akibat insiden itu, sejumlah bocah mengalami luka serius bahkan ada yang meninggal dunia yaitu Intan Olivia Marbun (2,5).

Intan dinyatakan meninggal lantaran di tubuhnya mengalami luka bakar hingga 70 persen. Selain itu, Intan juga mengalami pembengkakan paru-paru karena menghirup asap saat terjadi ledakan.

Ucapan berbela sungkawa atas kejadian itu terlebih ucapan duka bagi keluarga alamarhum Intan pun terus disampaikan berbagai pihak, termasuk Polri. Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar dengan tegas mengatakan Polri mengutuk tindakan aksi pengeboman gereja tersebut.

"Kami dari Polri turut berduka cita atas terjadinya peristiwa ini dan mengutuk tindakan aksi teror yang dilakukan tersangka," ucap Boy di Gedung Humas Polri.‎ (mdk/eko)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP