Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Di Bekasi, masih banyak warga percaya vaksin MR haram

Di Bekasi, masih banyak warga percaya vaksin MR haram Ilustrasi imunisasi. ©2015 Merdeka.com/shutterstock/Wallenrock

Merdeka.com - Masa perpanjangan kampanye imunisasi measles (campak)-rubella atau MR di Kota Bekasi, Jawa Barat, gagal merealisasikan target minimal 95 persen dari Pemerintah Pusat. Kini, capaian pemerintah daerah hanya 92,3 persen.

"Dari sasaran 60.251 anak yang belum divaksin, yang berhasil divaksin hanya 13.997 anak selama masa perpanjangan," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezi Syukrawati, Senin (16/10).

Dezi mengatakan, pihaknya sudah berupaya meningkatkan cakupan vaksinasi MR di masa perpanjangan mulai 11-14 Oktober. Salah satu caranya ialah menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI). Rupanya, hal itu belum cukup ampuh, sebab masih ada 46.254 anak belum mendapatkan vaksin MR dari pemerintah.

Salah satu sebab orangtua enggan memvaksin anaknya karena menganggap vaksin tersebut tidak halal. Padahal, pemerintah melalui Badan POM sudah memastikan kandungan dalam vaksin halal.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, dr Kusnanto Saidi menambahkan sisa vaksin tidak dikembalikan, tapi akan berlanjut pada kegiatan pengenalan MR untuk program rutin imunisasi bulanan. Pengenalan imunisasi ini dikhususkan bagi anak yang memasuki usia 9 bulan sampai 15 tahun.

"Ke depan tidak lagi diberi imunisasi campak, vaksin campak juga akan ditarik, dan digantikan dengan vaksin MR yang akan diproduksi dalam negeri," ujarnya.

Penyakit campak dan rubella, kata dia, mudah menular yang disebabkan oleh virus melalui batuk dan bersin. Gejala penyakit campak adalah demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit disertai batuk. Sementara rubella hanya menimbulkan gejala demam ringan, ruam berbentuk bintik, nafsu makan berkurang, mata merah, dan mengalami nyeri di bagian sendi.

"Vaksin MR untuk kekebalan tubuh anak agar kuat dalam melawan virus yang masuk," ujarnya.

Di saat pemerintah daerah dan pusat menggenjot vaksinasi MR di daerah capaian rendah pada masa perpanjangan (11-14 Oktober), justru merdeka.com mendapati Puskesmas di Kecamatan Rawalumbu, pada Jumat (13/10) yang tak mau melayani imunisasi MR. Alasannya, petugas sedang sibuk.

"Silakan kembali lagi Senin, karena petugas sedang rapat," kata pegawai PKL di puskesmas tersebut sekitar pukul 09.00 WIB ketika itu. Sebelumnya, pegawai perempuan itu berkonsultasi dengan petugas kesehatan yang sedang di lantai dua.

Kementerian Kesehatan pada 9 Oktober 2017 lalu merilis bahwa balita maupun anak mulai dari usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun yang belum berpartisipasi dalam vaksin MR di Kota Bekasi mencapai 122.872 anak. Jumlah itu terendah nomor dua di Jawa Barat setelah Bogor sebanyak 237.346, sedangkan di atas Bekasi ialah Kota Depok sebanyak 102.064.

Partisipasi itu belum mencapai target dari yang ditetapkan oleh pemerintah pusat minimal sebanyak 95 persen, adapun partisipasi itu baru mencapai 84 persen dari sasaran wajib vaksin 658.563 anak. Namun, pemerintah daerah mengklaim sudah mencapai 90 persen, karena sasaran wajib vaksin 611.964 anak. (mdk/rzk)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP