Di balik kemewahan Pasar Baledono, ternyata tersimpan sejumlah masalah

Rabu, 16 Mei 2018 00:05 Reporter : Dian Ade Permana
Pasar Tradisional. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melakukan kunjungan ke salah satu pasar bersejarah di Purworejo, Pasar Baledono, Selasa (15/5). Meski sepintas pasar dengan bangunan baru ini nampak mewah, ternyata tak luput dari masalah.

Kedatangan Ganjar dimanfaatkan pedagang untuk menyampaikan masalah yang dihadapinya. Terutama soal permodalan. "Tadi pedagang mengatakan butuh kredit. Di Bank Jateng ada kredit mitra Jateng 25. Kalau perlu kita pertemukan besok pagi, kalau perlu minggu ini," kata Ganjar.

Pasar Baledono masuk kategori tradisional modern termewah pertama yang ada di Kabupaten Purworejo. Anggaran pembangunanya mencapai Rp 120 miliar. Bahkan pasar tersebut menjadi satu-satunya pasar di Purworejo dengan tiga lantai, dengan fasilitas tangga eskalator, ruangan penitipan anak, ruang klinik, ruang perbankan, koperasi, ruang pertemuan yang sangat luas dan di lengkapi AC. Serta dilengkapi CCTV, dan masih banyak ruangan penunjang lainnya.

Selain persoalan modal usaha, Ganjar juga menerima keluhan masalah air dan kamar kecil. Selain itu pedagang juga mengeluhkan eskalator yang mati. Dia mengaku akan segera menyampaikan.

"Saya kasih perhatian, mumpung masih baru. Karena kebersihan tidak boleh hanya seminggu sekali tiap Jumat, tapi setiap hari harus ada tim yang bekerja. Kalau perlu pakai peralatan, kalau tenaga manusia kurang," kata Ganjar.

Selain soal fasilitas tersebut, Ganjar meminta agar komunikasi antara paguyuban dengan pengelola ditingkatkan agar proses pemindahan pedagang bisa optimal sehingga Pasar Baledono bisa kembali gayeng. Sampai saat ini pedagang yang masuk baru 70 persen.

"Contoh pak Jokowi seperti pindah pasar di solo, juga ketika pasar Johar ketika memindah pedagang. Kita cari sponsor yang beli di sini dapat kupon, hadiah mobil setahun diundi. Nanti kan orang berdatangan. Karena tertarik," katanya.

Untuk menarik pembeli, Ganjar juga tidak segan memberi gambaran urusan transportasi. "Jadi permintaan masyarakat kan wajar saja. Pertama promosi, transportasi, pengelolaan yang terakhir modal usaha. Kalau modal usaha bisa diatasi bank Jateng," jelas dia. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini