Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Desmond Sebut Menkum HAM Harusnya Malu Harun Masiku Ternyata di Indonesia

Desmond Sebut Menkum HAM Harusnya Malu Harun Masiku Ternyata di Indonesia desmond j mahesa. ©2017 Merdeka.com/dpr.go.id

Merdeka.com - Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa mengkritik keras Kemenkum HAM terkait keberadaan buron KPK Harun Masiku yang ternyata sudah berada di Indonesia sejak 7 Januari lalu Ia menyebut seharusnya Menkumham Yasonna Laoly malu dengan pengakuan dirjen Imigrasi bahwa Harun berada di Indonesia.

"Pertama, Pak Laoly susah membedakan antara dia sebagai menteri dan orang partai. Masa kita percaya omongan dia? Harusnya dia malu kan?" kata Desmond di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (22/1).

Ia menilai Yasonna tidak memiliki wibawa, sebab Dirjen Imigrasi berbeda pendapat dengan Yasonna. Ia menyindir, apabila Yasonna berwibawa, maka Dirjen akan ikut berbohong mengenai keberadaan Harun.

"Ada apa dengan kepemimpinan menteri Laoly di Kemenkum HAM yang berbeda dengan dirjen imigrasi. Berarti kan menteri tidak punya wibawa. Kalau menteri punya wibawa, dirjen imigrasi ikut menutupi berbohong, ya berarti kan enggak punya wibawa," ujarnya.

Alasan Imigrasi Tak Masuk Akal

Dia menyebut alasan Dirjen Imigrasi yang menyebut ada keterlambatan data imigrasi menurut Desmond tidak masuk akal. Wakil Ketua Komisi III itu juga menyinggung soal etika politik Yasonna yang ikut konpers tim hukum DPP PDIP beberapa waktu lalu.

"Dia sebagai pejabat negara itu kan masalah etika politik saja. Etika politik ya lucu-lucuan sajalah hari ini. Hukum saja enggak jelas apalagi etika politik," katanya.

Selain itu, Desmond juga mengungkit pernyataan Ketua KPK yang meminta agar pihak yang mengetahui posisi Harun melapor pada KPK.

"Pimpinan KPK bilang apa? Laporkan ke saya. Itu kan lucu. Kenapa KPK enggak pro aktif, jadi kalau kita bahas satu-satu pusing saya. Ini ada yang lucu banget," ucapnya.

"Masa kita harus laporkan, hey ada orang di sini. Harusnya dia kan yg melakukan penangkapan. Kondisi negara sedang dalam darurat akal sehat," ia menandaskan.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP