Derita Pemilik Rumah Usang di Tengah Apartemen Thamrin 5 Tahun Kesulitan Air Bersih

Selasa, 5 November 2019 23:20 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Derita Pemilik Rumah Usang di Tengah Apartemen Thamrin 5 Tahun Kesulitan Air Bersih Rumah Usang di Tengah Apartemen Thamrin. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Rumah tua itu masih berdiri tegak. Dari kejauhan, terlihat genteng batu bata merah tak terawat. Fisiknya tidak berubah. Plafon kayu lapuk. Begitu pula cat putih rumah yang tak terurus.

Rumah usang itu bertempat di halaman sebuah Apartemen di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. Aktivitas di pekarangan rumah itu masih sama. Hanya satpam, petugas hotel, dan beberapa tamu kerap berlalu-lalang.

Barang-barang di teras rumah juga masih berjejer. Di antaranya galon air isi ulang. Namun botol besar berwarna biru itu tidak sebanyak dulu hingga bertumpuk. Kini hanya sekitar lima sampai tujuh.

Di situ pun ada dua ember yang telah dialiri air dari selang berwarna hijau. Beda dengan kondisi dulu, ember hanya digeletakkan berserakan. Keran air tidak berfungsi sehingga kini banyak persediaan air dalam galon.

Merdeka.com mencoba menanyakan kabar sang pemilik rumah. Bolak balik mengetuk pintu. Namun batang hidung si penghuni tetap tak terlihat. Hingga menjelang senja sosok ibu paruh baya membuka pintu.

Dia adalah Elis, si pemilik rumah. Nada bicaranya masih sama. Dia pun menanyakan identitas kami dan bilang sudah capek berurusan dengan orang tidak dikenal. Tetapi, Elis seketika cair ketika kami menyinggung kabar soal adanya air.

Selama 5 tahun, suplai air di rumah Elis diputus oleh pihak apartemen. Sehingga dia menampung air dalam banyak galon.

Kini dia sudah bisa mengakses air di rumahnya. Bulan September lalu petugas PAM mendatangi kediamannya. Elis bilang, sudah lama mengajukan pemasangan air. "Tapi sekarang pas baru banyak wartawan akhirnya dia (apartemen) ngasih (air)," kata Elis, Selasa (5/11).

Elis bersyukur sekarang bisa mendapat air dengan mudah. Airnya juga jernih dan layak digunakan. Namun ia tetap menyimpan sejumlah galon. Terlebih terkadang aliran air pelan.

"Perbulan air tetep bayar. Sekarang baru bayar sekitar Rp 22.000 sama pajak jadi Rp 24.000. Mudah-mudahan enggak mahal," ucap Elis.

Elis pun masih tinggal bersama suami keduanya bernama Chairul Bahri. Mereka dikaruniai satu putra yang kini duduk di kelas 6 SD. Dia bilang si kecil pernah mengeluh saat tidak punya air. Elis pun menyembunyikan masalah air. Dia berasalan sumur di rumahnya sudah kering.

"Setelah dia kelas 0 (kecil) kan apartemen sudah berdiri, dia tuh ini bilang dulu air selalu ada kok sekarang kagak ada mama," cerita dia.

Hingga akhirnya kini Elis tak perlu bolak balik membopong air galon. Si kecil sudah bisa mandi dengan nyaman. Setidaknya dapat mengurangi beban hidup yang dijalaninya.

Wanita berusia 46 tahun itu pun masih tetap keras dengan pendirian awal. Tidak akan minggat dari rumahnya sampai akhir hayat. Elis masih menyimpan baik-baik misteri 'kandungan' yang ia yakini betul di bawah tanah rumahnya. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini