Goyang Dangdut Seronok

Dangdut seronok tetap eksis selagi masih ada kemiskinan

Minggu, 1 Februari 2015 10:10 Reporter : Mustiana Lestari
Dangdut seronok tetap eksis selagi masih ada kemiskinan Penyanyi dangdut tarling. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Dangdut seronok belum juga hilang. Dengan mudah lelaki hidung belang sampai anak-anak menyaksikan pedangdut bernyanyi sambil mengumbar aurat. Celakanya, dangdut seronok tak pernah kehilangan gairahnya meliuk di kampung kecil sampai kota metropolitan.

Sosiolog UIN Syarif Hidayatullah, Musni Umar, mengatakan fenomena dangdut seronok sebagai penyakit masyarakat. Penyakit ini tidak akan dapat hilang selama kemiskinan masih ada.

"Itu bisa menjadi penyakit masyarakat yang tidak mudah dihilangkan. Biasanya terjadi pada masyarakat menengah ke bawah pada umumnya tingkat ekonomi rendah, pendidikan rendah dan tidak punya pekerjaan. Seperti kuli dan pekerja serabutan, PKL termasuk para penganggur menjadi konsumen," kata Musni Umar saat dihubungi merdeka.com, Jumat (30/1).

Musni Umar mengatakan pemberantasan dangdut seronok bukan hal yang mudah dan membutuhkan waktu lama. Ini mengingat pasar bagi para pedangdut seronok masih banyak. "Semakin mempertontonkan yang seronok, masyarakat kita makin suka. Mereka, pasar menengah ke bawah, sangat menyukai porno. Pasar yang memasarkan bertemu di peminat sulit dihilangkan," sambung Musni.

Oleh karena itu, menurut Musni, perlu dukungan semua pihak untuk menanggulangi penyakit dangdut seronok. Salah satunya memberi pembekalan dan penyadaran kepada para pedangdut seronok dan penontonnya.

"Ini fenomena yang penyembuhannya perlu waktu yang panjang. Kemunculan dangdut seronok ini bisa diredam bersamaan dengan kemajuan masyarakat dan tingkat pendidikan tinggi, penghasilan memadai, dan pendidikan. Kalau tidak maka tidak pernah hilang," imbuhnya. [gib]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini