Dalami Kasus Zumi Zola, KPK Buka Peluang Kembali Jerat Anggota DPRD Jambi

Jumat, 28 Desember 2018 21:32 Reporter : Merdeka
Dalami Kasus Zumi Zola, KPK Buka Peluang Kembali Jerat Anggota DPRD Jambi KPK. ©2017 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 12 anggota DPRD Jambi sebagai tersangka kasus dugaan suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun anggaran 2017-2018. KPK memastikan akan membidik para anggota DPRD Jambi lainnya yang diduga menerima uang 'ketok palu' dari Gubernur nonaktif Jambi Zumi Zola.

"Pengalaman dari Malang dan Pengalaman dari penanganan kasus DPRD Sumatera Utara itu bisa menjadi pedoman. Jadi cepat atau lambatnya kita nanti akan pelajari, kita berpedoman pada dua pengalaman tadi mudah mudahan tidak terlalu lama," ujar Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Jumat (28/12).

Seperti diketahui, KPK menjerat 41 anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Pemkot Malang tahun anggaran 2015. Lembaga antirasuah itu juga menetapkan 38 anggota DPRD Sumatera Utara tersangka dugaan penerimaan suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.

Agus meminta agar para tersangka yang menerima suap 'ketok palu' dari Zumi Zola segera mengembalikan uang. Hal ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk meringankan hukuman para tersangka.

"InsyaAllah dalam waktu tidak terlalu lama, tapi tadi kita imbau kalau memang mereka kembalikan pasti jadi meringankan tuntutannya, tidak menghapus tapi itu pasti akan meringankan," jelasnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan 13 tersangka baru dalam kasus dugaan suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun anggaran 2017-2018. 13 tersangka tersebut berasal dari berbagai unsur mulai dari, tiga Pimpinan Ketua DPRD Jambi, lima Pimpinan Fraksi, satu Ketua Komisi, tiga anggota DPRD Jambi, dan satu pihak swasta.

Zumi Zola divonis enam tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Selain itu, hak politik Zumi dicabut selama lima tahun.

Dalam persidangan, dia terbukti memberikan suap kepada 53 anggota DPRD Provinsi Jambi senilai total Rp 16,5 miliar.

Sejumlah anggota DPRD yang disebut menerima uang adalah Cornelis Buston, Zoerman Manap, AR Syahbandar, Chumaidi Zaidi, Nasri Umar, Zainal Abidin, Hasani Hamid, Nurhayati, Effendi Hatta, Rahimah, Suliyanti, Sufardi Nurzain.

Kemudian M Juber, Pipriyanto, Tartiniah, Ismet Kahar, Gusrizal, Mayloeddin, Zainul Arfan, Elhelwi, Misran, Hilalati Badri, Luhut Silaban, Melihairiya, Budiyako, M Khairil, Bustami Yahya, Yanti Maria Susanti, Muhammadiyah, Syofian Ali, Tadjudin Hasan, Fahrurozi, Muntalia, Sainuddin.

Selanjutnya Eka Marlina, Hasim Ayub, Agusrama, Wiwit Iswara, Supriyono, Syopian, Mauli, Parlagutan Nasution, Hasan Ibrahim, Rudi Wijaya, Arrahmat Eka Putra, Supriyanto, Nasrullah Hamka, Cekman, Jamaluddin, Muhammad Isroni, Edmon, A Salam, dan Kusnindar.

Reporter: Lisza Egeham
Sumber: Liputan6.com [fik]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini