Better experience in portrait mode.
Mentan Sambut Baik Kelompok Tani Mahasiswa

Mentan Sambut Baik Kelompok Tani Mahasiswa

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyambut baik upaya perguruan tinggi dalam membentuk kelompok tani mahasiswa yang digagas Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI).

Pemerintah telah memfasilitasi penggunaan teknologi canggih seperti drone, traktor, combine harvester, dan mesin pencacah padi yang terintegrasi dengan sistem pengeringan.

Mentan mengajak mahasiswa terlibat dalam program perluasan areal tanam dengan pompanisasi sebagai alat utama. Tujuan pompanisasi adalah menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia mendukung penuh pembentukan kelompok tani mahasiswa dan siap memberikan kontribusi dalam riset dan penelitian untuk meningkatkan produksi pertanian. Geser ke atas untuk membaca ringkasan menarik lainnya.

GeserπŸ‘‰
Polisi Serahkan Berkas Pegi Setiawan ke Kejaksaan

Polisi Serahkan Berkas Pegi Setiawan ke Kejaksaan

Polisi serahkan berkas tersangka Pegi Setiawan alias Perong atas kasus dugaan pembunuhan berencana Vina dan Eky, Cirebon ke Kejaksaan.

Status dua DPO Andi dan Dani yang terlibat dalam kasus tersebut masih belum jelas, namun penyidik tetap menindaklanjuti dan membuka peluang bagi masyarakat untuk memberikan informasi terkait keberadaan keduanya.

Meskipun tidak ada bukti yang mengarah ke Andi dan Dani, penyidik akan terus memastikan apakah keduanya nyata atau hanya fiktif belaka.

Polda Jawa Barat akan menyerahkan berkas tersangka Pegi Setiawan ke Kejaksaan setelah memeriksa sebanyak 70 orang saksi. Geser ke atas untuk membaca ringkasan menarik lainnya.

GeserπŸ‘‰
Polisi Sebut Saka Tatal Sering Berbohong dalam Kasus Vina Cirebon

Polisi Sebut Saka Tatal Sering Berbohong dalam Kasus Vina Cirebon

Polisi mengungkap bahwa Saka Tatal sering berbohong dalam kasus Vina Cirebon.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Sandi Nugroho, menyebut bahwa keterangan dari Badan Pemasyarakatan (Bapas) menemukan banyak keterangan berubah dari Saka Tatal selama proses penyidikan.

Polda Jawa Barat memastikan melakukan proses penyidikan dengan hati-hati terhadap Saka Tatal yang baru-baru ini buka suara setelah bebas.

Kasus ini menunjukkan pentingnya profesionalitas penyidik dan keterbukaan dalam proses hukum. Geser ke atas untuk membaca ringkasan menarik lainnya.

GeserπŸ‘‰
Polisi Tindak Pemuda Bawa Mobil Dinas Pemprov DKI di Yogyakarta, Sudah Pernah Ditegur Tapi Ngeyel

Polisi Tindak Pemuda Bawa Mobil Dinas di Yogyakarta

Polisi DIY menegur pemuda yang menggunakan mobil dinas di Yogyakarta.

Pemuda tersebut sudah pernah ditegur sebelumnya tetapi tetap memakai mobil dinas.

Polisi meminta agar mobil dinas tersebut tidak lagi beroperasi di Yogyakarta.

Tindakan ini diambil karena laporan dari masyarakat dan sebagai bentuk sayang polisi pada pemuda tersebut.

GeserπŸ‘‰
Dua Korban Dugaan Pelecehan Eks Rektor UP Berharap Tersangka Segera Ditetapkan

Dua Korban Dugaan Pelecehan Eks Rektor UP Berharap Tersangka Segera Ditetapkan

Dua korban dugaan pelecehan eks Rektor UP berharap tersangka segera ditetapkan, menunggu hasil penyidikan.

Keduanya diperiksa sebagai saksi pelapor setelah kasusnya naik ke tahap penyidikan.

Penyidik sedang mengumpulkan bukti untuk menentukan pelaku sebenarnya, dan juga menyinggung status klien di universitas.

Penasihat hukum berharap kasus ini diusut tuntas dan kedua korban mendapatkan keadilan.

GeserπŸ‘‰
SYL Bantah Perintahkan Cari Uang

SYL Bantah Perintahkan Cari Uang

SYL membantah kesaksian mantan anak buahnya terkait perintah menarik atau mengumpulkan uang dari para eselon I di lingkungan Kementan RI.

SYL menyatakan bahwa meminta uang merupakan tindakan yang memalukan dan bahwa dia tidak pernah aktif untuk meminta atau memaksa.

SYL juga memastikan dirinya tidak bisa melakukan pencopotan atau pergantian jabatan terhadap jajaran eselon I di Kementan RI.

SYL menegaskan bahwa dia tidak pernah mencopot atau mengganti pejabat selama menjadi pejabat, dan mengajak pembaca untuk menemukan ringkasan menarik lain dengan topik berbeda.

GeserπŸ‘‰
Polisi Bisa Jerat Ayah Pegi Setiawan

Polisi Bisa Jerat Ayah Pegi Setiawan

Polisi mengancam akan menjerat Ayah Pegi Setiawan dengan pidana jika anaknya terbukti bersalah dalam kasus pembunuhan Vina Dewi Arista dan Muhammad Rizky Rudiana.

A Saprudi diduga menyembunyikan identitas anaknya yang menjadi buron selama delapan tahun dengan mengganti namanya menjadi Roby Irawan.

Ayah Pegi juga memperkenalkan Pegi yang berganti identitas menjadi Roby sebagai keponakan, bukan anaknya.

Meski fokus saat ini masih pada penuntasan kasus pembunuhan Vina dan Eky, kasus keterlibatan Ayah Pegi kemungkinan akan diproses berikutnya.

GeserπŸ‘‰
FOTO: Satgas Bentukan Presiden Jokowi Gelar Rapat Perdana untuk Mempercepat Berantas Judi Online

Satgas Pemberantasan Judi Online Dibentuk Presiden Jokowi

Satgas Pemberantasan Judi Online dibentuk oleh Presiden Joko Widodo pada 14 Juni 2024.

Rapat perdana Satgas Pemberantasan Judi Online dilakukan untuk mempercepat pemberantasan judi online secara tegas dan terpadu.

Menko Polhukam Hadi Tjahjanto sebagai Ketua Satgas Pemberantasan Judi Online mengungkap tiga tugas yang akan dilakukan, yaitu pembekuan rekening transaksi judi online, penindakan modus jual beli rekening, dan penutupan pelayanan pembayaran online di mini market.

Sampai saat ini, sudah ada empat sampai lima ribu rekening mencurigakan yang telah diblokir oleh Satgas Pemberantasan Judi Online.

GeserπŸ‘‰
Penyidik KPK Minta Maaf Terkait Penyitaan Barang

Penyidik KPK Minta Maaf Terkait Penyitaan Barang

Penyidik KPK meminta maaf atas penyitaan barang termasuk handphone staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Pemeriksaan Kusnadi berjalan dengan baik tanpa intimidasi dan dia diberikan makan oleh penyidik.

Jubir KPK membantah pernyataan pengacara yang menyebut adanya permintaan maaf dari penyidik.

Kesimpulan: Penyidik KPK meminta maaf atas kesalahan penyitaan barang, pemeriksaan Kusnadi berjalan baik, namun Jubir KPK membantah pernyataan pengacara. Geser Ke Atas untuk ringkasan menarik lainnya.

GeserπŸ‘‰
Polisi Tunjukkan Bukti Foto Saka Tatal Tidak Diintimidasi Selama Penyidikan

Polisi Bantah Intimidasi Saka Tatal

Polisi membantah tudingan intimidasi yang dialami oleh Saka Tatal selama proses penyidikan kasus pembunuhan Vina dan Eky Cirebon.

Polisi menunjukkan foto-foto selama pemeriksaan yang membantah tudingan intimidasi tersebut. Foto-foto tersebut menunjukkan Saka Tatal berada dalam keadaan baik-baik dan tidak ada tanda-tanda intimidasi.

Saka Tatal berhak membantah hasil penyidikan, namun penyidik tetap fokus dengan bukti yang dimiliki. Saka Tatal masih merupakan bagian dari tersangka dalam kasus tersebut.

Geser Ke Atas untuk membaca ringkasan menarik lainnya dengan topik berbeda.

GeserπŸ‘‰
Diduga Rem Blong, Bus Angkut Rombongan Pelajar Terguling di Jalan Raya Jepara Bangsri

Bus Angkut Rombongan Pelajar Terguling di Jepara

Bus angkut rombongan pelajar terguling di Jepara, tidak ada korban namun enam penumpang luka ringan.

Bus diduga mengalami rem blong dan menabrak dua kendaraan di jalan Raya Jepara-Bangsri.

Enam korban luka ringan terdiri dari siswa SD dan pelajar SMA yang mengendarai sepeda motor.

Polres Jepara masih melakukan pemeriksaan saksi untuk mengetahui penyebab kecelakaan. Geser ke atas untuk ringkasan menarik lainnya.

GeserπŸ‘‰
8 Jam Diperiksa KPK, Kusnadi Dicecar 15 Pertanyaan soal Harun Masiku

Kusnadi Diperiksa KPK Terkait Harun Masiku

Kusnadi, staf dari Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, menjalani pemeriksaan selama 8 jam oleh KPK terkait kasus pencarian buronan Harun Masiku.

Petrus, pengacara Kusnadi, mengungkapkan bahwa ada 15 pertanyaan yang diajukan KPK kepada kliennya. Namun, detail tiap pertanyaan belum dibahas karena Kusnadi kelelahan setelah pemeriksaan.

Pemeriksaan Kusnadi dilakukan oleh penyidik bernama Priyatno, yang dinilai berjalan baik dan wajar. Kusnadi merasa diperlakukan dengan baik dan dilayani dengan makan siang dan makan malam.

Kusnadi merasa tindakan penyidik yang melucuti barang pribadinya tanpa persetujuan adalah melanggar standar prosedur kerja dan tidak beretika. Kesimpulannya, pemeriksaan Kusnadi berlangsung lama dan dianggap melelahkan.

GeserπŸ‘‰
Anggota DPRD Terpilih Asmat Tewas Ditabrak Mobil di Yogyakarta, Penabrak Akui Konsumsi Sabu

Calon Anggota DPRD Terpilih Asmat Tewas Ditabrak Mobil di Yogyakarta

Calon Anggota DPRD terpilih di Kabupaten Asmat, Papua tewas ditabrak mobil di Yogyakarta.

Pengemudi mobil yang menabrak mengaku mengonsumsi sabu-sabu sebelum kejadian.

Penabrak telah ditetapkan sebagai tersangka dan diancam hukuman maksimal 12 tahun.

Kejadian ini menimbulkan duka cita dan menunjukkan bahaya pengemudi yang mengonsumsi narkoba saat berkendara.

GeserπŸ‘‰