Cerita Surya Paloh soal Ibadah Jokowi

Senin, 4 Maret 2019 04:02 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Cerita Surya Paloh soal Ibadah Jokowi Surya Paloh. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh membantah bila Capres petahana Joko Widodo atau Jokowi di anggap antiIslam. Paloh bercerita bahwa Jokowi adalah orang yang sangat mengamalkan nilai syariat Islam.

"Demi Allah saya katakan Jokowi menjalankan nilai syariat lebih baik daripada saya yang berbicara di tempat ini," kata Paloh di acara deklarasi relawan Pakatan Melayu Jokowi-Ma'ruf di Hotel Sultan, Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (3/03)

Paloh sebagai umat muslim bangga mendukung Jokowi sebagai pemimpin bangsa. Menurutnya, bila ada yang menganggap Jokowi penista atau antiIslam adalah orang yang terprovokasi dan terhasut isu.

Paloh mengajak masyarakat mendoakan orang yang mencap Jokowi penista agama diberi ampun oleh Tuhan. Dia pun menceritakan pengalamannya bersama Jokowi.

"Saya kadang- kadang harus mengakui disiplin yang dimilikinya lebih tinggi, saat berkunjung di kantor NasDem, satu yang dia minta, saya mohon izin bang mohon permisi, salat dulu, untung masih ada di kamar tersedia sajadah kita siapkan, kalau saja saya tidak siap di kamar itu betapa malunya saya ketika seorang presiden minta izin untuk salat karena waktunya sudah tiba, dan itulah Jokowi," tutur Paloh.

"Demikian juga hal yang sama saya lihat ketika beliau berkunjung ke rumah saya, kami hanya berdua, kita berbicara, waktu magrib telah tiba, kembali lagi, boleh saya minta izin salat magrib dulu, saya hantarkan ke ruangan, untung sajadah sudah tersedia, kalau tidak betapa malunya saya," sambungnya.

Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf tersebut mengaku mengatakan apa adanya dan jujur tentang keislaman dan sikap disiplin Jokowi.

"Hampir semua presiden saya kenal secara pribadi, kecuali Bung Karno, saya menyatakan ada anak bangsa yang lebih taat menjalankan syariat Islam di depan mata saya, namanya kembali lagi saya sebut, Jokowi," tegas Paloh.

Lebih lanjut, Paloh mengajak para pendukung Jokowi menyakinkan masyarakat bahwa eks Gubernur DKI Jakarta tersebut bukanlah penista agama Islam.

"Sebagai seorang sahabat, tugas kita adalah menyatakan yg benar itu adalah benar yang salah katakan salah, itulah sahabat, kita menerima kekurangannya kita menerima kelebihannya, itulah perspektif kita melihat seorang Jokowi," pungkasnya. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini