Cerita suasana mencekam sebelum banjir terjang Kalijeruk Cilacap
Merdeka.com - Suara aliran air yang menggenangi jalanan RT3 RW 3, Dusun Tegalanyar didengar oleh Farida (30) pada Sabtu (7/10) pukul 00.30. Dini hari itu, hujan masih mengguyur deras di Desa Kalijeruk, Kecamatan Kawunganten, Cilacap sejak Jumat (6/10) malam. Menengok genangan air di halaman, Farida sudah membatin banjir bakal datang. Ia pun merasa was-was.
Apa yang dikhawatirkan benar terjadi, pukul 03.00 air mulai masuk ke rumahnya yang tak jauh dari sungai Kalisasak. Bergegas, Farida langsung mengemasi barang-barang, menggendong putranya yang baru berusia 1 bulan. Sedang di luar rumah, terdengar bunyi kenthongan bersahut-sahutan menandakan agar warga segera mengungsi
"Para tetangga juga keluar rumah. Saya pagi itu sama suami dan dua anak jalan kaki ke RT 2 mencari tempat yang tidak terkena banjir. Hujan deras kami payungan saja. Sampai sekarang, saya masih was-was saat hujan mulai turun," ujarnya saat ditemui merdeka.com, Minggu (8/10). Dia terpaksa meninggalkan rumahnya dan mengungsi di salah satu rumah warga di RT 1/RW 3, Dusun Tegalanyar desa Kalijeruk.
Farida bercerita, rumahnya dan letak pengungsian berjarak 500 meter. Kediaman Farida sendiri termasuk dataran paling rendah di wilayah barat Desa Kalijeruk. Dari enam RT di dusun Tegalanyar terdampak banjir, RT 3 RW 3 memang paling parah. Puluhan rumah terendam air setinggi 2 meter dan 228 warga dari 57 keluarga mesti mengungsi.

"Dari Sabtu pagi sampai minggu ini, saya hanya di pengungsian saja. Air baru susut pagi ini. Rumah saya terendam lebih dari 1 meter, kalau cuaca baik saya berencana bersihkan rumah sore ini," imbuhnya.
Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, 802 jiwa terdampak banjir merupakan warga Desa Kalijeruk. Dari ratusan pengungsi tersebut terdapat 54 balita dan 10 anak.
"Saat ini pengungsian bersifat mandiri. Pengungsi tinggal di rumah warga atau kerabat. Pantauan kami sianga ini genangan air sudah turun kisaran 50 cm," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Martono, Minggu (8/10).
Banjir yang melanda desa tersebut juga membuat kegiatan belajar mengajar siswa-siswi sekolah di wilayah dusun Tegalanyar dihentikan sejak Sabtu (7/10). Di MTS Al-Mu'awarah semisal, aktivitas belajar mengajar diliburkan sebab 11 ruang kelas tergenang banjir. Buku-buku dan alat-alat mengajar juga tak luput basah tergenang air.
"300 Siswa kami liburkan dulu. Kalau cuaca hari ini baik, Senin besok bisa dilakukan aktivitas belajar mengajar lagi. Hari ini kami fokus bersih-bersih sekolah dan masjid dulu," kata Kepala Sekolah MTS Al-Mu'awarah, Mustolih saat ditemui merdeka.com.
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya