Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita Petugas Pantau Suhu Tubuh, Garda Depan Cegah Virus Corona

Cerita Petugas Pantau Suhu Tubuh, Garda Depan Cegah Virus Corona Petugas pantau suhu tubuh di bandara. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Virus Corona atau Covid-19 saat ini menjadi ancaman bagi hampir semua negara di dunia. Virus ini bahkan telah menjangkit 76 negara. Jumlah pasien yang sembuh akibat virus corona juga bertambah banyak.

Sebagai pintu gerbang Indonesia, petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi garda terdepan dalam menghalau virus mematikan tersebut masuk ke Indonesia.

Salah satu petugas yang memantau thermo scanner di Terminal 3 Kedatangan Internasional, Abi Yoso Mukti mengatakan, dia pertama kali diminta untuk membantu pemantauan suhu tubuh penumpang pada awal Februari 2020.

"Saya petugas bantuan dari KKP Merak, Banten. Diminta untuk membantu petugas di Bandara Soekarno-Hatta awal Februari lalu," kata Abi saat ditemui di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (4/3).

Abi bersama enam rekan lainnya harus berjaga selama 24 jam untuk memantau kondisi suhu tubuh penumpang baik dari dua kamera thermal scanner otomatis maupun thermo gun.

"Yang BKO bukan cuma dari Banten tapi juga dari KKP wilayah lain, kami kerja dari jam 8 pagi sampai jam 8 pagi besok, jadi kami bertugas 24 jam," kata Abi.

Meski harus kerja melebihi jam kerja biasanya, Abi mengaku tidak keberatan lantaran dapat bergantian dengan petugas lain yang satu sif dengannya.

"Kami istirahat untuk salat dan makan, setelah itu standby lagi di sini, tapi sebenarnya 24 jam itu ya kita juga ada istirahatnya, karena penerbangan kan cuma sampai sekitar setengah 2 pagi, mulai lagi sekitar jam 4, jadi selama jeda itu kami tidur di klinik," jelas Abi.

Namun saat kedatangan pesawat tengah berbarengan, seluruh petugas standby memegang thermo gun dan membuka semua line untuk mempercepat pengecekan. Tidak hanya itu, dia juga memantau suara alarm jika ada penumpang yang suhu tubuhnya melebihi 38 derajat celsius.

"Kalau lagi ramai penerbangan, semua petugas standby, jadi enggak ada yang istirahat, semua line dibuka supaya pemeriksaan cepat dan kalau ada penumpang yang suhunya lebih dari 38 derajat langsung kita bawa ke Klinik untuk bertemu dokter," tuturnya.

Meski bekerja selama 24 jam sehari, Abi mengungkapkan mendapat libur selama dua hari sebelum akhirnya harus kembali bekerja selama 24 jam. Dia pun mendapat insentif tambahan atas tugas tambahan tersebut.

"Alhamdulillah, insentif dapat lumayan, kita juga kerja 24 jam tapi libur 2 hari, nanti ganti sif petugas, jadi tetap waktu istirahat kita itu terpenuhi karena ini kan harus fokus dan enggak boleh lalai," katanya.

Dia berharap dengan adanya pengamanan ketat seperti itu, virus corona tidak akan mewabah di Indonesia seperti di negara-negara lainnya di dunia.

"Sebenarnya kita juga takut terjangkit karena kita orang pertama yang bertemu dengan orang berisiko, makanya dengan pengamanan yang sudah kami lakukan, semoga tidak ada lagi kasus virus corona yang masuk ke Indonesia," pungkasnya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP