Cerita Mahasiswi UMS Peraih Prestasi Terbanyak Nasional dan Internasional

Rabu, 29 Juni 2022 04:05 Reporter : Arie Sunaryo
Cerita Mahasiswi UMS Peraih Prestasi Terbanyak Nasional dan Internasional Mahasiswi UMS Rosa Sayentina Amin. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Rosa Sayentina Amin, berhasil meraih gelar Student Achievement Awards atau mahasiswa peraih prestasi terbanyak nasional dan internasional. Penghargaan diserahkan Rektor UMS, Prof Sofyan Hanif, di Auditorium Muh Djazman, Selasa (28/6).

Selama mengenyam pendidikan di UMS, mahasiswi semester delapan ini telah banyak meraih berbagai penghargaan dan juara dalam berbagai kompetisi baik nasional maupun internasional. Medali internasional yang berhasil diraih di antaranya Gold Medal World Young Inventors Exhibition di Malaysia pada Mei 2020, Gold Medal World Young Inventors Exhibition di Malaysia, Desember 2021, dan Silver Medal World Young Inventors Exhibition di Malaysia pada Mei 2022.

Rosa juga pernah meraih Best Invention Award Asian Young Investors pada Desember 2021 lalu.

Sementara untuk prestasi nasional, di antaranya juara dua Krenova Surakarta, Finalis LKTI Ecodays UNS, Ketua Tim Pendanaan PHP2D DIKTI, Pendanaan PKM-P DIKTI, PIMNAS UGM Ke-33, Pendanaan Bulan Penelitian UMS, Pemilik Hak Cipta Kemenkum HAM Dirjen Kekayaan Intelektual, Mahasiswa berprestasi dua UMS, dan Pendanaan PPK Ormawa Kemendikbud.

Berkat sederet prestasinya tersebut, Rosa dinobatkan sebagai Student Achievement Award UMS 2022 dan menerima hadiah uang sebesar Rp6.500.000.

"Rasanya sangat senang tentu. Saya berterima kasih kepada UMS yang telah memberikan kesempatan, membimbing, dan memberikan pendanaan untuknya sehingga bisa memenangkan banyak kompetisi," kata Rosa, Selasa (28/6).

"Saya bisa bersyukur sekali bisa kuliah di sini karena memberikan support yang maksimal kepada kami para mahasiswanya. Lalu support-nya itu tidak hanya soal pendanaan tapi cara emosional dan secara keilmuan support penuh," lanjutnya.

Kesuksesannya meraih mendali tersebut, lanjut dia, tidak lepas dari keberhasilan penelitiannya. Ada tiga penemuan baru yang saat ini sudah dipatenkan, bahkan telah melalui uji coba dan pengembangan ke depan. Produk tersebut berbahan dasar alami dan dikemas sehingga mudah untuk dikonsumsi.

"Ada tiga temuan, dua di antaranya semua bahan alam untuk pasien obesitas dan pasien diabetes, sedang satu merupakan alat detektor untuk kosmetika," terangnya.

Sedangkan untuk diabetes, berbahan bekatul beras hitam yang sudah diteliti oleh dosen pembimbingnya, Arifah. Untuk yang obesitas dikombinasikan antara jeruk nipis daun jati belanda, daun jati Cina, menjadi satu suplemen diet dan food replacement untuk obesitas.

"Berkat temuan ini saya mendapat penghargaan internasional, di mana temuan produk alami untuk pasien diabetes yakni bekatul beras hitam, saya berhasil mendapat Gold Medal World Young Inventors Exhibition di Malaysia dan Best Invention Award Asian Young Investors," katanya.

2 dari 2 halaman

Sedangan temuan suplemen untuk pasien obesitas berhasil meraih Silver Medal World Young Inventors Exhibition di Malaysia. Tahun 2020 ia mendapatkan gold medal setelah membuat detektor untuk kosmetika.

"Jadi ada namanya logam berbahaya di dalam kosmetik namanya plumper jadi saya membuat detektor kid, jadi mudah mendeteksi plumper di kosmetik khususnya lipstik," ujarnya.

Mahasiswi asal Jepara, Jawa Tengah ke depan memiliki rencana untuk mengembangkan produk sekaligus pemasarannya.

"Saya masih ada presentasi jurnal dua internasional, mungkin akhir bulan ini. Tahun depan saya ada program profesi dan juga rencananya ada pengembangan produk yang disampaikan itu saya usahakan untuk bisa dipasarkan secara umum di masyarakat," jelasnya.

Rektor UMS Prof Sofyan Anif mengaku bangga dengan prestasi mahasiswanya. Kegiatan Student Achievement Award UMS tersebut merupakan program baru untuk memberikan apresiasi kepada mahasiswa.

"Student Achievement Award ini baru pertama kali diselenggarakan. Tapi saya lihat tadi sudah sangat spektakuler. Ini sebagai salah satu metode kita untuk memberikan penghargaan kepada para mahasiswa berprestasi," tutur Sofyan.

Menurut Sofyan, secara nasional UMS ada di urutan ke-14 dalam prestasi kemahasiswaan dan banyak secara prestasi internasional ada 16. Saat ini, lanjut dia, meski sudah mendapat predikat unggul, pihaknya masih mengejar untuk melakukan akreditasi internasional.

"Kita masih kejar akreditasi internasional untuk masing-masing prodi, dengan prestasi mahasiswa internasional ini sehingga untuk pencapaian data untuk mendukung akreditasi," jelasnya lagi.

Sofyan menargetkan tahun 2025 dari 61 prodi yang ada 25 persen di antaranya mendapat akreditasi internasional.

"Kita sekarang baru enam yakni keperawatan, farmasi, teknik sipil, teknik arsitek, teknik elektro, dan teknik kimia," tutup Sofyan. [cob]

Baca juga:
Kiprah Mahasiswa IPB Merawat Sapi Perah yang Terinfeksi PMK
Kenangan UAH pada Eril, Usia 11 Tahun Renungkan Kuasa Allah Tentang Air dalam QS. Hud
Misi Mulia Ahmad, Mahasiswa Madinah yang 'Turun Gunung' Layani Tamu Allah
Mahasiswa Daewoong Social Impactors 2 Kampanyekan Penyandang Disabilitas Perkembangan
Anies Baswedan Beri Kuliah Umum di Oxford: Usai Lulus Jangan Buru-Buru Pulang ke RI
Dikenal Pendiam, Siswa Asal Boyolali Ini Diterima di 7 Kampus Ternama Dunia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini