Cerita Ketua Khonghucu Izin Gus Dur untuk Gelar Perayaan Imlek Pertama Kali

Minggu, 2 Februari 2020 19:26 Reporter : Merdeka
Cerita Ketua Khonghucu Izin Gus Dur untuk Gelar Perayaan Imlek Pertama Kali malam tahun baru imlek 2020. ©2020 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin), Ws Budi Santoso Tanuwibowo membuka pidato perayaan tahun baru Imlek 2571 tingkat nasional. Acara ini adalah agenda tahunan Matakin yang diprakarsai pertama kali oleh Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pada tahun 2000.

"Saat Gus Dur menjabat jadi presiden saya menghadap ke beliau minta izin untuk membuat acara Imlek untuk Khonghucu, lalu beliau tidak mengatakan tak setuju, malah beliau katakan 'adakan dua kali'. Gus Dur ngotot akan itu," kata Budi saat membuka acara di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (2/2).

Budi mengenang momen sentimental tersebut. Dia melanjutkan, dirinya sempat ditegur oleh Sekretaris Presiden Gus Dur, Ratih Harjono karena ingin menggelar acara perayaan sebanyak dua kali.

"Saya dibilang serakah, kenapa adakan sampai dua kali? Tapi saya bilang ini kata Gus Dur, beliau bilang umat Konghucu sudah rindu puluhan tahun dan saatnya membayar kerinduan itu," kenang Budi.

Akhirnya dengan izin tersebut, perayaan Imlek nasional pertama berhasil dihelat di Balai Sudirman Jakarta pada tahun 2000 dan Perayaan Cap Gomeh pertama di Surabaya di tahun yang sama.

"Responsnya luar biasa dan kita malah kelebihan dananya, dana lebihnya kita sumbangkan ke Papua sebagai sumbangsih kami," ungkapnya.

Sebagai informasi, perayaan tahun ini mengusung tema "Wibawa Kebajikan Menumbuhkan Takut-Hormat Gemilang Kebajikan Menumbuhkan Kecerahan".

Reporter: Ditto Radityo (Liputan6.com) [did]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini