Cerita Jimly soal Habibie tak tahu menteri ramai mundur saat Soeharto lengser
Merdeka.com - Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimmly Asshiddiqie, menceritakan bagaimana dirinya mengetahui kabar Presiden Soeharto mundur dari jabatannya pada tahun 1998. Kala itu, dia menjabat sebagai Asisten Wakil Presiden BJ Habibie yang pada akhirnya menjadi presiden menggantikan Soeharto.
Dia menuturkan, malam sebelum Soeharto lengser, Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan, dan Industri yang juga Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) kala itu, Ginandjar Kartasasmita bersama beberapa menteri lainnya, hadir di kediaman BJ Habibie. Menurutnya, Ginanjar memberikan kabar, sejumlah menteri di kabinet mengundurkan diri.
"Malamnya saya mendampingi Pak Habibie menerima para menteri yang mengundurkan diri dipimpin oleh Menko Pak Ginandjar, di rumah beliau malam-malam. Pak Habibie tidak tahu ada kabinet yang mengundurkan diri," kata Jimmly di Sarasehan Nasional Keluarga Bangsa ICMI dengan tema Refleksi 20 Tahun Reformasi di Hotel Grand Sahid, Indonesia, Jakarta, Senin (21/5).
Mendengar kabar tersebut, menurut dia, Habibie langsung meminta untuk menelpon Soeharto. Namun, telepon tersebut yang menjawab adalah Saadillah Mursjid, Menteri Sekretaris Negara kala itu.
"Langsung bicara ke Pak Habibie, intinya bapak tidak perlu bertemu dengan Presiden malam ini. Besok Presiden akan mundur dari jabatan Presiden, besok," ungkap Jimmly.
Mendengar kabar tersebut, menurut dia, semua pihak kaget, namun bergembira. Bahkan saat itu dirinya diminta oleh Ginandjar untuk memimpin doa.
"Maka kita berdoa, sama-sama mendoakan Indonesia, mendoakan Pak Harto, dan mendoakan Pak Habibie," ujarnya.
Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com
(mdk/rzk)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya