Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cegah penyelundupan narkoba, Menkeu janji perketat barang masuk di pelabuhan

Cegah penyelundupan narkoba, Menkeu janji perketat barang masuk di pelabuhan Penyelundupan sabu 40 kg di Aceh. ©2018 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Penyelundupan 40 kg narkoba yang dilakukan sindikat Malaysia berhasil digagalkan. Narkoba jenis sabu itu dikemas sebagai teh asal China. Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan untuk mengendalikan modus tersebut diperlukan pengawasan ketat di pelabuhan sebagai pintu masuknya barang haram tersebut

"Di pelabuhan kita kerja sama lagi dengan instansi lain. Kita lakukan peningkatan dari sisi surveillance, intelijen data analisa risiko. Sehingga kita tidak mengganggu lalu lintas barang karena nanti bisa menimbulkan high close ekonomi namun di sisi lain tetap waspada," ujar Sri di Kantor Dirjen Bea Cukai, Jalan Ahmad Yani, Jakarta Timur, Jumat (19/1).

Sri mengatakan, sejak Agustus 2017, Kementerian Keuangan Dirjen Bea Cukai bersama penegak hukum dan kementerian terkait, telah menindak importir berisiko tinggi di pelabuhan-pelabuhan besar. Dampaknya, modus mereka mulai bergeser menjadi lewat udara atau perbatasan darat.

Para penyelundup narkotika ini memilih pelabuhan kecil atau jalur tikus sebagai jalur selundupan. Maka itu, Dirjen Bea Cukai, kata Sri, akan melakukan pengawasan ketat jalur tikus tersebut.

"Kita lihat semakin kita tekan kencangkan di pelabuhan besar mereka akan masuk ke daerah timur atau daerah yang remote dianggap pelabuhan tikus yang pengamanannya dianggap lemah atau kurang," kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Narkotika Nasional, Komjen Budi Waseso, mengatakan upaya penanggulangan penyelundupan telah sering dilakukan melalui kerjasama intelijen BNN dan Bea Cukai. Upaya penyelundupan dengan modus menyamarkan sebagai barang legal, sering ditemukan.

"Kamuflase tadi modus operandi bagaimana mengelabui petugas bea cukai bnn kepolisian supaya seolah-olah barang ini legal. Barang-barang ini hanya barang biasa, minuman, nah ini kemasan hanya modus operandi mereka," kata dia.

Sementara, Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari, mengungkap meski menggunakan bungkus teh China, diketahui sabu tersebut tidak berasal dari China. Hasil lab terhadap bungkus menunjukan asal barang dibuat di tempat berbeda-beda.

"Hasil pemriksaan laboratorium bermacam-macam merek tadi kemungkinan berasal dari pabrik yang berbeda karena setelah kita cek tingkat kemurniannya atau pureritynya beda, nah ini mengindikasikan sumbernya beda, kalau sumbernya beda kemungkinan besar sindikatnya beda," jelas dia.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP