Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cegah Kerumunan, Cap Go Meh di Pulau Kemaro Palembang Ditiadakan

Cegah Kerumunan, Cap Go Meh di Pulau Kemaro Palembang Ditiadakan Ilustrasi. ©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro Palembang untuk pertama kali tidak digelar untuk mencegah kerumunan di masa pandemi Covid-19. Perayaan yang digelar dua pekan setelah Imlek itu biasanya dihadiri puluhan ribu pengunjung.

Wakil Ketua Majelis Rohaniwan Tridharma Sumatera Selatan Tjik Harun mengungkapkan, pembatalan Cap Go Meh sebagai dukungan pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran virus corona. Sebab, perayaan itu setiap tahun menjadi buruan pengunjung, baik kalangan Tionghoa maupun masyarakat umum.

"Tahun ini Cap Go Meh di Pulau Kemaro tidak digelar karena masih dalam suasana pandemi," ungkap Harun, Senin (8/2).

Menurut dia, Cap Go Meh baru pertama kali tidak digelar sejak dibuka untuk wisatawan 2005. Dia berharap situasi kembali normal sehingga tahun depan kembali digelar lebih meriah.

"Mudah-mudahan tahun depan bisa kembali digelar, kita berdoa agar pandemi berakhir," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Palembang Isnaini Madani mengatakan, Cap Go Meh menjadi andalan pariwisata karena mampu menyedot 20 ribu wisatawan dalam maupun luar negeri, seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura. Pulau Kemaro berada di tengah Sungai Musi sehingga memiliki daya tarik pengunjung.

"Kita sudah koordinasikan dengan pengelola soal pembatalan ini, kita maklum bersama," kata dia.

Isnaini mengakui pembatalan Cap Go Meh membuat sektor pariwisata merugi. Sebab, hal itu berpengaruh terhadap even wisata lain yang mestinya digelar bersamaan atau setelahnya.

"Wisatawan tidak hanya datang ke Pulau Kemaro, tapi mereka bisa menikmati sajian even dan tempat wisata lain di Palembang. Tentu sangat berpengaruh," terangnya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP