Cegah jaring ikan dapat sampah plastik, Menteri Susi minta nelayan setop pakai kresek

Minggu, 21 Oktober 2018 04:02 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Cegah jaring ikan dapat sampah plastik, Menteri Susi minta nelayan setop pakai kresek Menteri Susi menemui nelayan tambak Lorok. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengimbau semua nelayan Kota Semarang untuk tidak membuang sampah plastik ke laut. Sebab, perilaku tersebut tidak dihentikan sejak dini diperkirakan tahun 2030 menjaring ikan di laut bukannya dapat ikan justru plastik.

"Indonesia negara bank sampah terbesar kedua di dunia. Jika tidak dihentikan perilaku buang sampah di laut, ekosistem laut terancam punah," kata Susi Pudjiastuti saat bertemu dengan nelayan tambak Lorok di Semarang, Sabtu (20/10).

Susi menyebut, plastik merupakan komponen sampah membahayakan ekosistem bawah laut. Di mana jika perilaku buang sampah di laut akan menimbun puluhan tahun ke depan.

"Nanti kalau begini terus, kita buang plastik 9 juta sampai 10 juta ton tiap tahun diperkirakan 2030 nelayan menjaring ikan di laut justru dapatnya sampah plastik," ujarnya.

Lebih lanjut untuk upaya mereduksi sampah plastik bisa dilakukan dengan memperbaiki gaya hidup setiap hari. Bagi nelayan yang hidupnya berada di tepi pantai diminta untuk menghentikan pemakaian plastik.

"Ya upayakan jangan pakai kresek. Polanya berubah, misal kalau minum pakai muk, dan gelas. Jangan sedikit-sedikit beli barang, pakai plastik ujungnya nanti dibuang ke laut," ungkapnya.

Dia mengingatkan kepada nelayan bila plastik memiliki senyawa yang tidak bisa diurai saat mengapung dilautan. Bahkan sampah plastik baru bisa hancur dalam air laut selama 450 tahun.

"Kresek itu dilaut 450 tahun baru bisa hancur bayangkan. Gimana kalau laut kita banyak sampah plastik," jelasnya.

Untuk mengatasi aksi pembuangan sampah plastik di laut, nantinya mengajak masyarakat dan sejumlah instansi untuk mencanangkan gerakan bersih-bersih sampah disepanjang harus pantai Semarang.

"Jadi setiap warga diminta turut terlibat turun langsung ke pantai guna pungut plastik. Kalau ada tempat pembuangan ya di buang ke TPA. Kalau tidak ada, cari lokasi terbuka lalu dibakar," ungkap Susi Pudjiastuti. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini