Cegah Infeksi Paru-Paru, Dinkes Tangsel Targetkan Vaksinasi 1.342 Bayi dan Balita

Selasa, 4 Oktober 2022 12:03 Reporter : Kirom
Cegah Infeksi Paru-Paru, Dinkes Tangsel Targetkan Vaksinasi 1.342 Bayi dan Balita Anak-anak diberi vaksin. ©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Penyakit infeksi paru-paru (pneumonia), menjadi salah satu penyebab utama kematian bayi dan balita di dunia. Penyakit diketahui memang mudah menular pada anak usia dini.

"Penyakit ini dapat diobati jika terdiagnosa sedini mungkin serta dapat dicegah dengan imunisasi. Ini terbukti di negara-negara di mana imunisasi Pneumokokus Konyugasi atau PCV merupakan bagian dari program imunisasi rutin," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Alin Hendarlin, Selasa (4/10).

Dia menyebutkan, 14,5 persen angka kematian bayi dan 5 persen kematian balita setiap tahun disebabkan karena penyakit infeksi paru-paru itu.

Saat ini kata Alin, pihaknya juga tengah menargetkan pemberian vaksinasi PCV kepada 1.342 bayi dan balita dalam upaya menekan angka kematian bayi dan balita serta menekan angka kasus kurang gizi (stunting).

2 dari 2 halaman

Vaksinasi di Puskesmas

Menurut dia, pelaksanaan vaksinasi PCV di Tangsel dilakukan secara bersamaan di 35 UPTD Puskesmas di Kota Tangerang Selatan, yang dilaksanakan sejak tanggal 12 September 2022.

"Berdasarkan laporan pelayanan di UPTD Puskesmas se Kota Tangerang Selatan, dilaporkan sampai dengan 3 Oktober 2022, sudah sebanyak 594 atau 44 persen anak yang mendapatkan imunisasi PCV. Dari laporan tersebut masih ada anak yang belum menerima imunisasi PCV," kata dia.

Dia menerangkan, vaksin PCV itu hanya diberikan terhadap anak bayi dan balita berusia 2 bulan, 3 bulan dan 12 Bulan.

"Pada tahun 2022 awal pelaksanaan imunisasi PCV dalam program imunisasi rutin, imunisasi PCV hanya diberikan pada bayi berusia 2 bulan pada saat kick off 12 September 2022 atau maksimal kelahiran 14 Juni 2022," jelas dia.

Sementara bagi anak yang bukan berusia 2 bulan, belum dapat menerima imunisasi PCV di tahun 2022. "Antusias masyarakat sangat tinggi untuk imunisasi PCV, namun beberapa di antaranya bukan sasaran usia 2 bulan, selain itu ada pula yang mau imunisasi PCV lanjutan di mana sebelumnya sudah mendapat imunisasi PCV dari bukan program pemerintah," jelas dia.

Guna mengejar target 1.342 anak bayi dan balita tervaksinasi PCV, pihaknya meminta seluruh UPT Puskesmas se Tangsel melaksanakan sweeping melalui Ngider Sehat dan Binwil di wilayah kerjanya untuk mencari anak usia 2 bulan yang belum mendapatkan imunisasi PCV.

"Diperlukan optimalisasi lagi dalam advokasi serta upaya pergerakan mobilisasi masyarakat agar masyarakat tahu, sadar dan mau membawa anaknya untuk mendapatkan imunisasi PCV sesuai jadwal pemberian yang ditentukan," terangnya. [yan]

Baca juga:
Anak Baru Sembuh Covid-19 Bisa Divaksin Campak Rubela
Anies Luncurkan Bulan Imunisasi Anak Nasional
Antusiasme Masyarakat Ikuti Bulan Imunisasi Anak Nasional
Pemerintah Gelar Bulan Imunisasi Anak Nasional
Jalan Panjang Mewujudkan Kemandirian Vaksin Rotavirus di Indonesia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini