Cegah Hepatitis Akut, Disdik Makassar Larang Kantin Sekolah Buka

Kamis, 12 Mei 2022 11:56 Reporter : Ihwan Fajar
Cegah Hepatitis Akut, Disdik Makassar Larang Kantin Sekolah Buka Ilustrasi hepatitis. ©2022 Merdeka.com/liputan6.com

Merdeka.com - Kasus hepatitis akut yang menyerang anak-anak menjadi perhatian Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar, Sulawesi Selatan. Sebagai langkah pencegahan penyebaran hepatitis akut, khususnya bagi pelajar, Disdik Makassar akan menutup seluruh kantin sekolah.

Kepala Disdik Makassar, Muhyiddin Mustakim mengaku sudah meminta kepada seluruh kepala sekolah tingkat SD dan SMP untuk tidak membuka kantin. Hal tersebut dilakukan sebagai antisipasi penyebaran hepatitis akut.

"Kantin di sekolah untuk saat ini belum boleh buka. Selain untuk pencegahan penyebaran Covid-19, juga hepatitis akut," kata Muhyiddin kepada wartawan, Kamis (12/5).

Selain masih menutup kantin sekolah, Muhyiddin juga akan berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menertibkan pedagang makanan di depan sekolah. Muhyiddin mengaku pihaknya tidak bisa melarang pedagang yang berjualan di depan sekolah.

"Kita sudah minta ke Satpol PP untuk ditertibkan dulu, karena kami tidak bisa melarang pedagang yang berjualan di sekitar sekolah. Kalau di dalam sekolah sudah pasti tidak boleh berjualan," kata dia.

Dengan adanya aturan tersebut, Muhyiddin mengimbau kepada orang tua siswa untuk membawakan bekal makanan saat berangkat ke sekolah. Hal tersebut, agar siswa tidak jajan sembarang di luar sekolah.

"Kita imbau orang tua agar mengantisipasi dan meningkatkan kewaspadaan, sehingga anak tidak jajan sembarangan di luar sekolah," ucapnya.

Meski demikian, Muhyiddin mengaku sampai saat ini belum mendapatkan laporan tentang kasus anak terjangkit hepatitis akut di Kota Makassar. Ia menambahkan sudah komunikasi dengan Dinkes Makassar jika ada siswa yang terjangkit hepatitis akut.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengaku sampai saat ini belum ditemukan kasus Hepatitis Akut di Kota Makassar.

"Sampai saat ini belum ditemukan (Hepatitis Akut) dan saya sudah perintahkan agar semua puskesmas dipantau. Semua juga rumah-rumah dipantau," kata dia.

Danny mengaku akan mengerahkan Satgas Detektor jika ditemukan hepatitis akut. Satgas Detektor sendiri dibentuk Pemkot Makassar untuk antisipasi penyebaran Covid-19.

"Kita akan turunkan Satgas Detektor dan kita berharap tidak ada kasus (hepatitis akut)," ucapnya.

Baca juga:
Mayoritas Pengidap Hepatitis Akut di Jakarta Berusia di Bawah 16 Tahun
Kasus Dugaan Hepatitis Akut Naik jadi 18 Orang, 7 Meninggal Dunia
Membandingkan Perjalanan Kasus Hepatitis Akut dan Covid-19 di Indonesia
Pemkot Kediri Cegah Penularan Hepatitis Akut dengan Datangi Sekolahan
Deteksi Hepatitis Akut, Dokter di Puskesmas Semarang Gelar Skrining & Sosialisasi
Kemenkes Investigasi Hepatitis Akut di RI, Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan?

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini