Cara Pusat Rehabilitasi di Ragunan Tangani Orang Ketergantungan Narkoba
Merdeka.com - Peredaran narkoba di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Sebagian besar yang terjerumus dalam lubang hitam narkoba adalah generasi milenial.
Seorang pengacara bernama Hendra Aryandie tergerak untuk mendirikan AGP (Pusat Rehabilitasi Ketergantungan Obat Ashefa Griya Pusaka) yang bekerja sama dengan BNN (Badan Narkotika Nasional). AGP merupakan perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang rehabilitasi orang yang ketergantungan pada obat-obatan terlarang yang berlokasi di Ragunan, Jakarta Selatan.
Ada banyak beragam fasilitas yang disediakan oleh Ashefa Griya Pusaka, di antaranya fasilitas ruang rawat inap dari kelas 3 hingga suite room, service after care, private concelling one on one system, dan masih banyak lagi lainnya.
Tersedianya klinik dengan layanan 24 jam serta akan tersedianya laboratorium dan klinik farmasi di dalam lokasi terpadu.
Setelah dibuka dan berjalan selama 4 bulan, Ashefa Griya Pusaka sudah melayani pasien sebanyak 184 orang tentunya ini membuat rasa kepercayaan kepada masyarakat meningkat, dan AGP juga memberikan prioritas kepada pasiennya.
Fasilitas dan program yang diselenggarakan di AGP dilakukan dengan cara pendekatan terhadap pasien sehingga pasien merasakan ketenangan dan kenyamanan ketika sedang melakukan terapi.
Pasien juga dapat fokus untuk berhenti dari yang namanya ketergantungan pada obat-obatan. Ashefa Griya Pusaka akan terus berbuat baik terhadap masa depan bangsa dengan cara membebaskan generasi milenial dari ketergantungan obat-obatan.
Tentunya ini butuh banyak dukungan dari elemen masyarakat, keluarga, dan juga orang dekat lainnya agar para penyandang rehabilitasi ini mampu sehat kembali dan hidup seperti pada biasanya.
AGP memiliki slogan 3P yaitu (Pulih, Pengembangan Diri, Produktif). Para pasien yang sudah direhabilitasi diharapkan mampu bersaing dengan orang diluar sana tanpa adanya perbedaan.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya