Calon Panglima TNI Baru, Tak Ideal Tapi Realistis

Rabu, 3 November 2021 15:55 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah, Muhammad Genantan Saputra
Calon Panglima TNI Baru, Tak Ideal Tapi Realistis Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa. ©2021 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo telah memilih Kasad Jenderal Andika Perkasa sebagai calon Panglima TNI. Penunjukkan Jenderal Andika sebagai pengganti Marsekal Hadi yang akan pensiun dinilai keputusan tak ideal tetapi realistis.

Guru Besar Universitas Padjajaran Muradi mengatakan penunjukkan Jenderal Andika didasari beberapa faktor. Pertama, Presiden Jokowi menimbang Andika dipilih untuk meredam gejolak jelang Pemilu 2024.

Menurutnya, Andika dipilih untuk fokus membangun lanskap penguatan keamanan demi memastikan Pemilu 2024 berjalan aman dan kondusif sebelum pensiun. Lanskap tersebut bakal dijalankan oleh Panglima TNI baru di awal tahun 2023.

Diketahui, Andika akan menjabat Panglima TNI selama 408 hari atau sekitar 1 tahun 1 bulan 13 hari. Sebab pada 21 Desember 2022, Andika akan memasuki masa pensiun di usia 58 tahun. Berdasarkan pasal 71 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004, usia pensiun perwira TNI paling lama 58 tahun.

"Ini pilihan yang mungkin tidak ideal, tapi ini paling realistis," kata Muradi saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu (3/11).

Dia menganggap, bakal ada gejolak besar jika di tengah tahapan Pemilu 2024 terjadi pergantian Panglima TNI. Hal ini pula yang dinilai Muradi tidak memilih Kasal Yudo Margono yang bakal pensiun pada November 2023.

Kedua, penunjukkan Andika merupakan strategi Presiden menciptakan regenerasi di tubuh TNI AD. Sekaligus ingin memberikan penegasan bahwa Panglima TNI harus lebih senior dibanding Kasal dan Kasau.

"Sempat ramai di angkatan darat karena tidak terlalu merasa mendapatkan atensi. Saya kira dengan terpilihnya Andika selesai semua harusnya, enggak ada masalah," ujar dia.

Muradi menambahkan, beberapa tantangan yang harus diselesaikan Andika ketika menjabat Panglima TNI. Diantaranya, situasi keamanan di Laut China Selatan, perbatasan RI dan negara tetangga hingga Papua.

Di internal TNI, lanjut dia, Andika punya pekerjaan rumah untuk melakukan revitalisasi kesatuan serta postur sebaran pertahanan untuk penguatan di luar Jawa.

"Ini perlu ditegaskan supaya kita tidak terlalu punya problem ketika Pak Andika selesai," tutup Muradi menjelaskan.

Alasan Jokowi Pilih Jenderal Andika

Sebelumnya, Surat Presiden (surpres) terkait Panglima TNI telah diserahkan ke DPR. Surpres dikirim oleh Mensesneg Pratikno dan diterima oleh Ketua DPR RI Puan Maharani.

Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, tidak mempermasalahkan jika Andika hanya bisa menjabat satu tahun jadi panglima karena akan memasuki pensiun di tahun 2022.

Menurutnya, Andika sudah memenuhi syarat untuk memimpin institusi TNI. Terlebih, Presiden Joko Widodo sudah memilih panglima TNI dari matra Angkatan Darat.

"Ya enggak apa-apa (satu tahun) kan tetap saja, syarat panglima TNI itu kan harus kepala staf, kepala stafnya kan sekarang ini kan TNI AU sudah Panglima. Jadi pilihannya AD dan AL. Pak Presiden sudah memilih angkatan darat," ucap Pratikno di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.

Pratikno juga merespons soal panglima TNI saat ini harusnya jatah dari matra Angkatan Laut. Menurutnya, kandidat dari matra AL bisa menjadi panglima TNI berikutnya.

"Tidak harus begitu, sebetulnya aktifnya Pak Hadi kan sampe akhir bulan ini, yang penting kan persetujuan dari DPR bisa segera diperoleh," pungkasnya.

Andika Dekat dengan Jokowi

Penasihat senior Kantor Staf Presiden (KSP) Andi Widjajanto alasan Presiden Jokowi memilih Andika karena lebih senior dibandingkan dua staf angkatan lainnya.

Andika diketahui merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1987, sementara Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 1988. Adapun Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Maesekal Fadjar Prasetyo lulus Akademi Angkatan Udara pada 1988.

"Senioritas, Andika Perkasa yang paling senior diantara para Kepala Staf Angkatan," ujar Andi Widjajanto.

Selain itu, kata dia, Andika memiliki kedekatan personal dengan Presiden Jokowi. Sebab, Andika pernah menjabat sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) pada 2014 dan menjabat sekitar dua tahun.

Andi menyebut dipilihnya Andika karena memiliki kendali operasi militer, khususnya untuk menangani pandemi Covid-19 hingga konflik di Papua. Menurut dia, TNI AD memiliki kedalaman gelar teritorial menangani masalah tersebut.

Dia juga menilai masa jabatan Andika Perkasa sebagai Panglima TNI ideal untuk kerangka Pemilu 2024. Pasalnya, Andika diperkirakan akan pensiun pada Desember 2022 sehingga nantinya presiden dapat memilih Panglima TNI baru sebelum tahapan Pemilu dimulai di Maret 2023.

"KSAL dan KSAU akan pensiun November 2023 dan April 2024 saat kampanye pemilu berlangsung, suhu politik naik," jelas mantan Sekretaris Kabinet itu. [ray]

Baca juga:
DPR Terima Surat Pencalonan Andika Perkasa Jadi Panglima TNI
Calon Panglima Andika Perkasa Diminta Lakukan Regenerasi di TNI AD
Selamat Kasad Jenderal Andika, Calon Tunggal Panglima TNI yang Tajir Melintir
Presiden Jokowi Akan Bertemu Pangeran MBZ Hingga Pebisnis PEA di Abu Dhabi
Ini Profil Calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini