Bus Shalawat Setop Operasi 5 Dzulhijjah, Jemaah Haji RI Diminta Salat Dekat Hotel

Selasa, 28 Juni 2022 09:18 Reporter : Lia Harahap
Bus Shalawat Setop Operasi 5 Dzulhijjah, Jemaah Haji RI Diminta Salat Dekat Hotel Bus Shalawat Jemaah Haji Indonesia. ©2022 Merdeka.com/Lia Harahap

Merdeka.com - Operasional bus shalawat di Makkah disetop sementara menjelang puncak haji nanti. Bus shalawat tidak lagi bisa mengangkut jemaah mulai 5 Dzulhijjah.

"Penghentian sementara ini rencananya memang kita mulai 5 Dzulhijjah sampai 13 Dzulhijjah," kata Kasi Transportasi Daker Makkah, Asep Subhana, kepada tim Media Center Haji (MCH) 2022 di Makkah.

Asep menjelaskan, operasional bus shalawat disetop karena pada tanggal tersebut diperkirakan jemaah sudah berkumpul semua di Makkah. Selain itu, penghentian operasional bus shalawat karena pihak Naqobah atau perusahaan Arab Saudi yang membidangi transportasi harus menarik seluruh bus di Kota Makkah dan dipersiapkan sebagai angkutan saat di Armuzna.

Penghentian operasional bus shalawat sudah diinformasikan sejak dini kepada jemaah. Salah satunya dengan menempelkan pengumuman di bus. Selama operasional bus shalawat disetop, jemaah disarankan salat di masjid hotel sehingga benar-benar menghemat energi untuk menyambut puncak haji.

"Jamaah diharapkan menjaga kondisi kesehatannya untuk persiapan puncak haji dan salat lima waktu di masjid-masjid sekitar hotel ataupun musala-musala atau masjid yang disediakan oleh pihak hotel," jelas Asep.

2 dari 2 halaman

Menurutnya, bus shalawat diperkirakan kembali beroperasi pada 14 Dzulhijjah. Itupun, jika pihak Saudi sudah memberikan izin bus shalawat bisa kembali beroperasi.

"Tahun-tahun sebelumnya memang kadang-kadang ada rute atau wilayah yang belum dibuka itu wilayah Mahbas Jin, itu bisa sampai 2-3 hari tanggal 15-16 Dzulhijjah baru dibuka. Namun kita optimis tahun ini karena kita lihat lalu lintas di Kota Makkah ini lengang ya tidak terlalu padat seperti haji tahun sebelumnya maka kita optimis penutupan pada tanggal 5-13 Dzulhijjah dan sesuai yang kita rencanakan akan beroperasi kembali pada tanggal 14 Dzulhijjah," jelas Asep.

Asep menambahkan, khusus jemaah yang baru mendarat di Jeddah dan masuk Makkah pada tanggal 5 Dzulhijjah dan harus melaksanakan umrah wajib, sambung Asep, maka dipastikan tetap dilayani bus yang telah pihaknya persiapkan.

"Kita tetap melayani. Kita siapkan untuk mereka melaksanakan umrah perdana atau umrah qudum. Kita siapkan khusus jamaah yang datang pada tanggal 5 Dzulhijjah, yang datang dari Jeddah," jelas Asep. [ray]

Baca juga:
Jemaah Haji Indonesia Dievakuasi dari KKHI Madinah ke Makkah Bertambah jadi 6 Orang
Kelelahan, Keberangkatan Satu Jemaah Calon Haji Asal Maluku Utara Tertunda
Skenario Pelayanan Jemaah Indonesia Saat Puncak Haji di Armuzna
Update 27 Juni 2022: 72.092 Jemaah Haji Indonesia Sudah Berada di Arab Saudi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini