Buruh di Kepri Ditangkap Karena Diduga Hina Jokowi di Media Sosial

Kamis, 9 April 2020 10:27 Reporter : Merdeka
Buruh di Kepri Ditangkap Karena Diduga Hina Jokowi di Media Sosial buruh di kepri ditangkap karena diduga hina jokowi di medsos. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Kepulauan Riau (Kepri) menangkap pria berinisial WP atas dugaan melakukan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo melalui media sosial Facebook.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhardt mengatakan, WP mengunggah meme atau gambar yang diduga menghina Presiden Republik Indonesia. Unggahan itu dianggap berpotensi menimbulkan permusuhan individu atau kelompok berdasarkan antargolongan.

"Pelaku buruh harian lepas yang beralamat di Kampung Bugis, Tanjung Pinang, Kepri," kata Kombes Harry dalam keterangannya, Rabu (8/4).

Pengungkapan kasus ini berangkat dari adanya laporan polisi bernomor LP-A/55/IV/ 2020/Spkt-Kepri, tertanggal 5 April 2020.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal, WP mengaku mengunggah gambar yang menghina Presiden Jokowi hanya bertujuan untuk membuat lelucon dengan menyindir kinerja Presiden Jokowi.

"Menurut keterangan awal pelaku bahwa ada ketidaksukaan terhadap Presiden Republik Indonesia," ucap Harry.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni satu unit handphone merek Samsung, satu buah Sim Card Axis, satu buah sim Card telkomsel, satu buah Micro SD, Kartu tanda penduduk (KTP) atas nama pelaku, dan tiga lembar print out postingan di akun Facebook.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 45a ayat (2) jo pasal 28 ayat (2) UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana yang telah diubah dengan UU 19/2016 dan atau pasal 208 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun.

1 dari 1 halaman

Perintah Kapolri

Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis sebelumnya mengeluarkan Surat Telegram (TR) yang ditandatangani Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo.

TR tersebut terkait aturan penegakan hukum bagi masyarakat yang melakukan penghinaan terhadap penguasa.

TR yang dimaksud bernomor ST/1098/IV/HUK.7.1/2020 terkait dengan perkara kejahatan siber, dimana jajaran Reskrim Polri bakal menindak siapa saja yang melakukan penghinaan kepada penguasa, presiden, dan pejabat pemerintah di sosial media.

Sumber: Liputan6.com [noe]

Baca juga:
Kapolri Santai Telegram Covid-19 Soal Penghinaan Presiden Dikritik
Polri Jangan 'Manfaatkan' Covid-19 untuk Bungkam Kebebasan Berpendapat
Hina Jokowi dan Habib Lutfhi di Facebook, Sopir Ojek Online Ditangkap
Mabes Polri akan Tindak Penyebar Hoaks & Penghina Presiden Terkait Corona di Medsos
Hukuman untuk Dosen Unnes yang Diduga Hina Jokowi Dinilai Berlebihan
Mendikbud Masih Kaji Aduan Dosen Unnes Dinonaktifkan karena Diduga Hina Jokowi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini