Buron Setahun Usai Bunuh Guru SD, Ganda Tewas Ditembak Polisi

Rabu, 26 Februari 2020 03:03 Reporter : Yan Muhardiansyah
Buron Setahun Usai Bunuh Guru SD, Ganda Tewas Ditembak Polisi Pembunuh guru SD di Sumut ditembak polisi. ©2020 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Lebih dari setahun diburu, seorang tersangka pelaku pembunuhan terhadap Muhammad Yusuf (33), guru SD asal Langkat, Sumatera Utara, akhirnya disergap polisi di Riau. Dia ditembak mati.

Tersangka yang ditembak mati yakni Ganda Winata alias Gandrung (30), warga Jalan Bersama, Stabat, Langkat. "Yang bersangkutan kita sergap di perkebunan sawit di Kecamatan Bandar Sei Kijang, Pelalawan, Riau, Minggu (23/2)," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jhonny Edison Isir, Selasa (25/2).

Jhonny mengatakan, tersangka ditembak mati karena berusaha melawan dan melarikan diri saat ditangkap.

Ganda merupakan salah seorang tersangka pembunuhan terhadap Yusuf. PNS guru yang beralamat di Desa Ara Condong, Stabat, Langkat ini ditemukan tak bernyawa di perladangan, Jalan Jamin Ginting, Dusun I, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (14/9/2018).

Pembunuhan ini dilakukan Ganda bersama istri korban, Chory Kumulia Dewi alias Chory (25). Perempuan ini ditangkap sehari setelah jasad ditemukan. Dia bahkan telah dijatuhi hukuman 12 tahun penjara.

Saat Chory tertangkap, Ganda berhasil melarikan diri. Dia baru tertangkap dan ditembak mati sekitar 14 bulan berselang.

Pembunuhan ini dipicu prahara rumah tangga Yusuf dan Chory. Sang istri kesal karena suaminya memberi uang belanja yang sangat sedikit. Dia minta cerai, namun tidak digubris.

Chory lalu curhat pada, Ganda, yang diduga sebagai teman prianya. Laki-laki ini memberi saran untuk menghabisi Yusuf.

Kamis (13/9/2018) malam, mereka menjalankan rencana untuk membunuh Yusuf. Chory mengajak suaminya ke Aceh. Perempuan ini beralasan ingin menghadiri pesta perkawinan keluarganya di sana.

Pasangan ini pun me-rental mobil Toyota Ayla. Ternyata Ganda yang jadi sopirnya. Selama perjalanan dari rumah mereka di Stabat, pasangan Yusuf dan Chory duduk di kursi belakang. Sesampainya di kawasan Bahorok, Yusuf yang tengah tertidur pulas Ganda mencekiknya hingga lemas.

Jasad korban kemudian dibuang di kawasan perladangan buah asam di Jalan Jamin Ginting, Dusun I Desa Sibolangit. Mayatnya ditemukan warga keesokan harinya. Di lehernya terdapat luka memar, mata kanannya lebam.

Petugas kepolisian menemukan titik terang pembunuhan itu pada Sabtu (15/9/2018) sekitar pukul 16.00 Wib. Saat itu, Chory bersama seorang laki-laki terpantau kamera CCTV di Binjai Super Mall (BSM). Mereka terekam mengambil sepeda motor korban yang diparkir di sana sejak Rabu (15/9/2018).

"Hasil penyelidikan, antara isteri korban dan pelaku laki-laki ini ada hubungan asmara, tapi tersangka perempuan tidak mengakuinya," jelas Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Maringan Simanjuntak. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pembunuhan
  3. Medan
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini