Bule Australia bawa puluhan peluru sudah 20 tahun tinggal di Bali

Jumat, 28 Oktober 2016 01:32 Reporter : Gede Nadi Jaya
Bule Australia bawa puluhan peluru sudah 20 tahun tinggal di Bali Ilustrasi Pabrik peluru . ©Reuters/George Frey

Merdeka.com - Warga Australia bernama Vasudevan Rasiah ditangkap Polsek KP3U Bandara Ngurah Rai lantaran membawa puluhan peluru, diketahui sudah 20 tahun tinggal di Bali. Dia juga diketahui menjabat sebagai direktur di PT Panorama Development Utama.

Kasat Resta Polresta Denpasar, Kompol Reinhard Habonaran Nainggolan, menuturkan bahwa Rasiah selama ini menetap di Banjar Tegal Besar, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, kabupaten Klungkung. Bahkan selama ini izin tinggalnya memakai Kartu Izin Tinggal Tetap (Kitap).

"Dia sudah tinggal selama 20 tahun di Bali dan izin tinggalnya Kitap (Kartu Izin Tinggal Tetap)," imbuh Reinhard, Kamis (27/10).

Menurut Reinhard, puluhan amunisi itu merupakan milik adik ipar Rasiah. Bahkan pihaknya dibantu Polres Klungkung sudah melaksanakan penggeledahan ke seluruh isi rumah dan mobil milik Rasiah di Klungkung. Namun, kata Reinhard, tidak ditemukan senjata api.

"Sementara masih kita periksa sebagai saksi. Amunisi tersebut diduga milik adik iparnya yang ada di Amerika Serikat atas nama Ruben, berasal dari senjata api (senpi) yang digunakan latihan menembak," ungkapnya.

Seperti diberitakan, Polsek KP3U kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai mengamankan seorang Warga negara asing (WNA) Australia bernama Vasudevan Rasiah. Diduga dia diamankan lantaran membawa amunisi atau peluru berwarna kuning yang terdiri dari 6 butir kaliber 32 mm dan 5 butir kaliber 22 mm di dalam bagasi tasnya di mana saat itu terduga akan bepergian dengan pesawat Malaysia Airline MH-714 tujuan Denpasar-Kuala Lumpur, Malaysia. [ang]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini