Buka ratas, Jokowi minta dibuatkan rencana aksi turunkan stunting

Kamis, 5 April 2018 15:01 Reporter : Supriatin
Buka ratas, Jokowi minta dibuatkan rencana aksi turunkan stunting Jokowi ratas Trans Sumatera. ©Setpres RI/Cahyo

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas tentang penurunan stunting (gizi buruk) di Kantor Presiden, Jakarta. Di awal memberikan pengantar, Jokowi memerintahkan bawahannya untuk membuat rencana aksi yang terintegrasi untuk mengatasi stunting.

"Saya ingin dibuatkan rencana aksi lebih terpadu dan terintegrasi yang mempunyai dampak konkrit di lapangan. Mulai dari intervensi pada pola makan, pola asuh dan juga yang berkaitan dengan sanitasi," tegasnya, Kamis (5/4).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengingatkan, stunting merupakan ancaman besar bagi Indonesia. Jika masalah kurang gizi kronis itu dibiarkan maka Indonesia tidak bisa ikut berkompetisi di dunia internasional.

"Ini ancaman utama terhadap kualitas SDM indonesia, ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa," ujarnya.

Selama tiga tahun belakangan, kata Jokowi, pemerintah sudah membagikan biskuit kepada ibu hamil dan balita. Tujuannya untuk memberikan tambahan gizi kepada masyarakat. Namun, langkah itu dinilai belum cukup sehingga dibutuhkan tambahan asupan yang lebih baik.

"Sehingga ke depan perlu dilengkapi dengan ikan, susu, telor, kacang hijau," ucap dia.

Selain asupan gizi yang cukup, Jokowi juga menginginkan agar bawahannya memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat guna menghindari masalah stunting. Misalnya ketersediaan air bersih dan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK).

"Harus betul-betul diperhatikan juga dalam mengedukasi publik. Dan gerakan hidup sehat perlu dikejar lagi agar lingkungan tempat tumbuh kembang anak-anak menjadi sebuah lingkungan yang sehat," katanya.

Pria kelahiran Solo ini menekankan, penanganan stunting harus dilakukan secara bersama-sama. Mulai dari tingkat pusat, daerah, sampai masyarakat.

"Harus melibatkan semua elemen masyarakat, terutama ibu-ibu PKK. Dan perlu diaktifkan secara maksimal fungsi-fungsi posyandu di desa," ujar Jokowi.

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang. Stunting bisa saja terjadi sejak bayi dalam kandungan. Biasanya masalah stunting baru terlihat saat anak menginjak usia dua tahun. Stunting bisa mengganggu perkembangan otak dan menurunkan prestasi serta produktivitas manusia. [lia]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini