BSPL Uji Tumpahan Minyak di Pantai Bali ke Laboratorium Kementerian ESDM
Merdeka.com - Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar Permana Yudiarso menyampaikan pihaknya belum mengetahui jenis minyak yang tumpah di sepanjang Pantai Saba menuju Pantai Purnama, Gianyar, Bali. BPSPL akan mengirimkan sampel minyak ke Kementerian ESDM untuk diidentifikasi.
"Masih mengurus uji minyak migas ke Kementrian ESDM untuk mengecek ke laboratorium," kata Yudi, saat dihubungi Jumat (28/5).
Ia mengatakan, minyak berwarna hitam bisa saja oli, minyak mentah atau air balas kapal. Namun, kepastian akan diketahui setelah dilakukan pengecekan di laboratorium.
"Untuk hasilnya, saya upayakan secepatnya tapi untuk laboratorium yang menguji itu bukan di kami. Tapi di Kemantrian ESDM. Kita upayakan di laboratorium itu dan mengeluarkan hasil secepatnya," imbuhnya.
Dia menambahkan tumpahan minyak itu dugaan kuatnya dari kapal. Karena, limbah darat atau di dari sungai sangat kecil kemungkinannya.
"Kalau, misalkan limbah dari darat atau sungai sangat kecil kemungkinannya," jelasnya.
Pihaknya juga belum menemukan indikasi kerusakan lingkungan usai temuan minyak tersebut. Hanya pasir di pantai tersebut terlihat hitam tapi kini telah bersih terbawa arus laut.
"Iya, pasir saja yang kena belum ada indikasi, burung, penyu atau ikan mati, belum ada. Baru di pasir dan pasirnya menjadi hitam warnanya. Itu yang ambil simplenya," ungkapnya.
Sementara belum ada laporan biota laut yang mati terkena tumpahanya minyak itu. "Kalau di lautnya saya belum tau, apakah ada ikan mati atau segala macamnya tapi kalau di pantainya tidak ada (hewan) mati," ujarnya.
Bila ada kapal laut yang membuang minyak tentu ada pelanggaran dan itu tercantum serta diatur di Undang-undang pelayaran. "Tapi, yang jelas ketentuan undang-undang pelayaran iya ada sanksinya," ujarnya.
Namun, Yudi menyebut ada potensi biota laut sekitar pantai tersebut mati akibat minyak tersebut. Dia khawatir biota laut memakan minyak berbahaya tersebut lalu mati.
"Berbahaya apa tidaknya ini, pernah ada kejadian tapi tidak di situ. Jadi kalau kita biarkan ini ada biota laut yang rentan. Yang, kami khawatirkan mungkin di makan ikan atau kena penyu dan itu yg bisa mengakibatkan kematian. Tapi sampai beberapa hari setelah itu, kami belum dapat laporan ada kematian ikan masal gara-gara itu," ujar Yudi.
Penemuan cairan hitam yang merupakan tumpahan minyak di sepanjang Pantai Saba menuju Pantai Purnama, Gianyar, Bali, bermula dari laporan I Ketut Sumastika warga setempat kepada Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, pada Jumat (7/8) pagi lalu.
Kemudian, tim BPSPL Denpasar, menerjunkan tim menuju Saba Asri Sea Turtle Conservation untuk berkoordinasi mengumpulkan informasi tersebut.
Kemudian, banyak ditemukan gumpalan hitam di atas pasir pantai yang terlihat seperti batu dan berbentuk seperti cairan aspal di sepanjang Pantai Saba hingga menuju perbatasan dengan Pantai Purnama.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya