Bripka CS Tembak Mati 3 Orang Dipicu Tagihan Minuman Senilai Rp3,3 Juta

Kamis, 25 Februari 2021 13:52 Reporter : Bachtiarudin Alam
Bripka CS Tembak Mati 3 Orang Dipicu Tagihan Minuman Senilai Rp3,3 Juta pistol. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Bripka CS, anggota buser Polsek Kalideres menembak tiga orang hingga tewas. Peristiwa itu terjadi di sebuah kafe Jalan Outer Ring Road, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (24/2) sekira pukul 05.10 Wib.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan saat itu Bripka CS kesal usai ditagih pembayaran minuman yang ia minum sebesar Rp3.335.000. Ia menolak membayar.

"Karena kafe hendak tutup dan pelanggan lain sudah membubarkan diri, lalu pelaku ditagih bill pembayaran minuman sebesar Rp3.335.000. Namun, korban tidak mau membayar," jelas Yusri kepada wartawan, Kamis (25/2).

Selanjutnya, korban S selaku keamanan menegur pelaku. "Dan terjadi cekcok mulut," sambungnya.

Kemudian, Bripka CS nekat mengeluarkan senjata api dan menarik pelatuk ke arah ketiga korban. Dua warga sipil dan satu anggota TNI secara bergantian.

"Kemudian pelaku keluar kafe sambil menenteng senjata api di tangan kanannya dan dijemput temannya dengan menggunakan mobil. Pelaku sudah diamankan Propam Polda Metro Jaya," tuturnya.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menyampaikan permintaan maaf atas insiden penembakan yang dilakukan oleh personelnya berinisial Bripka CS di sebuah cafe daerah Cengkareng, Jakarta Barat. Peristiwa itu menewaskan tiga orang, salah satunya seorang personel TNI AD berinisial S.

"Sebagai Kapolda metro jaya atasan tersangka, saya menyampaikan permohonan maaf yang setinggi-tingginya kepada masyarakat kepada keluarga korban, dan kepada TNI Angkatan Darat," kata Fadil saat konferensi pers.

Jenderal polisi bintang dua itu menyampaikan belasungkawanya atas insiden ini dan berjanji akan menindak tegas Bripka CS yang diketahui merupakan anggota kepolisian Polsek Kalideres.

"Belasungkawa saya yang mendalam atas kejadian ini, kami akan menindak pelaku dengan tegas," ujarnya.

Atas kejadian itu, Fadil mengatakan dirinya langsung berkomunikasi dengan Pangkostrad, Pangdam Jaya, dan unsur TNI AD lainnya. Supaya tidak terjadi informasi yang simpang siur. Tidak hanya itu, Fadil juga meminta jajarannya membantu pemakaman korban. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini