Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Brigadir 08 jaga ketat rumah warga yang digembok Jiwasraya

Brigadir 08 jaga ketat rumah warga yang digembok Jiwasraya rumah digembok. ©2016 Merdeka.com/Etika Widya Kusumadewi

Merdeka.com - Sekitar pukul 12.30 WIB, sekitar 15 pemuda berseragam hitam bertuliskan Brigadir 08 menyambangi rumah Diana di Jalan Taman Kebon Sirih 3 Nomor 9, RT 009/010, Kampung Bali, Jakarta Pusat, yang digembok paksa oleh PT Asuransi Jiwasraya. Mereka datang menggunakan sepeda motor.

Pantauan merdeka.com, mereka langsung berbagi tugas. Ada yang berjaga persis di depan rumah dan memeriksa gembok, ada yang berjaga 10 meter dari rumah Diana, dan ada yang memantau dari warung dekat rumah Diana.

Menurut pengakuan warga sekitar, Momo dan Aray, pemuda-pemuda tersebut sering datang dan berjaga di depan rumah Diana. "Mereka sering datang untuk ngecek," ujar Momo kepada merdeka.com, Senin (11/1).

Momo dan Aray mengaku tidak mengetahui soal Brigadir 08, apakah termasuk organisasi masyarakat (ormas) atau bukan. Dia hanya menyebut mereka sering menyambangi rumah tersebut. Warga tidak berani menegur pemuda-pemuda tersebut. Warga memilih menjalankan aktivitasnya seperti biasa.

Untuk diketahui, Diana, warga Jakarta Pusat, rumahnya di Jalan Taman Kebon Sirih 3 No. 9, RT 009/010, Kampung Bali, Jakarta Pusat digembok paksa oleh PT Asuransi Jiwasraya. Akibatnya, Diana bersama kedua anaknya tak bisa keluar rumah selama enam hari.

Peristiwa pengembokan ini terjadi akibat permasalahan tanah dan bangunan antara keluarganya dan Jiwasraya. Diana mengungkapkan, secara sepihak perusahaan pelat merah tersebut secara sepihak mengklaim rumah yang ditempati keluarganya sejak 1946.

"Permasalahan berawal dari tanah dan bangunan ex peninggalan Belanda dengan pihak perusahaan BUMN, yaitu PT Asuransi Jiwasraya. Keluarga kami telah menempati persil di Jalan Taman Kebon Sirih III no. 9 secara turun temurun dari kakek kami R Moh Moechsin, sejak Desember 1946 dan membayar sewa bulanan persil ke Kantor Administrasi Belanda yaitu Kantor NV. Administratiekantoor Klaasen & Co Batavia," katanya ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, Minggu (10/1) malam.

Sebelum digembok paksa, pada Rabu (6/1) sudah berkumpul polisi dari Polres Jakarta Pusat dan tentara. Sekira pukul 08.00 WIB mereka juga kedatangan sejumlah preman yang kemudian melontarkan kata-kata kasar di depan rumah. "Mereka loncat pintu pagar depan dan pintu garasi dirantai gembok dari luar. Polisi membiarkan peristiwa tersebut terjadi. Kami ketakutan," bebernya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP