BPIP Harap Kampus Jadi Benteng Pancasila

Senin, 19 Agustus 2019 23:05 Reporter : Merdeka
BPIP Harap Kampus Jadi Benteng Pancasila Plt BPIP Hariyono. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Plt Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyono mengatakan, seminar dibawakan oleh 74 ikon Pancasila di 13 titik kompleks Universitas Negeri Sebelas Maret atau UNS, sebagai langkah membentengi ideologi bangsa dari ancaman ideologi yang bertolak dengan Pancasila.

"Kita ingin memulai pengarusutamaan Pancasila di kampus-kampus, kita mulai dengan UNS sebagai Benteng Pancasila. Kalau ini berhasil kita akan sosialisasikan di perguruan tinggi lain," kata Hariyono di UNS, Solo, Jawa Tengah, Senin (19/8).

Hariyono mengatakan, lewat seminar kepancasilaan di 13 titik oleh 74 ikon Pancasila ini, dapat mendorong gerak gotong royong antara BPIP dan seluruh stake holders. Dia juga berharap, dengan mencapai nilai tersebut, Indonesia bisa bersama untuk mengutamakan Pancasila.

"Lalu Pancasila dengan inovasi dan terobosan peradaban telah dilaksanakan, ini cocok sebagai apa yang kita sebut ikon Pancasila dan ini nanti bisa menjadi contoh positif bagi masyarakat," jelasnya.

Dia yakin, kelak gerak para ikon Pancasila ini bisa menginovasi bangsa di tengah industri 4.0. Inovasi, lanjut dia, tidak hanya dilahirkan dari dalam kelas, tapi dimana pun dan dari bidang apa pun.

"Ini adalah cermin ideologi Pancasila, ideologi masa depan untuk memberikan harapan," tutup Hariyono.

Senada, Rektor UNS Jamal Wiwono menyambut baik dan mengapresiasi langkah yang dilakukan BPIP. Bersama, lewat kegiatan di kampusnya ini diharapkan para ikon Pancasila dapat menularkan capaiannya sehingga kita tak kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Reporter: M Radityo
Sumber: Liputan6.com [fik]

Topik berita Terkait:
  1. BPIP
  2. Pancasila
  3. Surakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini