BNPB sebut ratusan rumah tenggelam lumpur pasca gempa & tsunami di Sulteng
Merdeka.com - Ratusan rumah warga di Perumnas Patoga diduga tertelan oleh lumpur dan tanah yang bergerak bernama likuifaksi pasca gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng). Fenomena tersebut menyebabkan tanah berubah menjadi air sehingga kehilangan kekuatan.
"Diperkirakan ada 744 unit rumah, ini posisinya perumahan Patogo dekat dengan sesar Palu Koro," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo, di kantornya Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Senin (1/10).
Atas tenggelamnya rumah tersebut, diduga ada ratusan orang yang ikut menjadi korban. Namun, dalam hal itu, Sutopo mengaku belum mengetahui jumlah pasti dari korban.
"Perkiraan lebih 500 jumlah korban dan proses evakuasinya memang sulit kondisinya," ujarnya.
Selain Perumnas Patogo, lanjut Sutopo, ada juga Perumnas Balaroa yang ikut amblas.
"Mekanisme yang terjadi di Perumnas Balarowa, Perumnas Balaroa itu ambles yang tadi saya sampaikan 1747 rumah, jaraknya kurang lebih 2,60 meter dari sesar Palo Karo," pungkasnya.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya