Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi Hantam Sejumlah Daerah

BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi Hantam Sejumlah Daerah BMKG. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi adanya gelombang tinggi yang bakal menerjang sejumlah wilayah di Indonesia pada seminggu ke depan. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menyebut, prakiraan gelombang tinggi di rentang 2,5 hingga 4 meter.

Dia mengungkap sebagian besar daerah-daerah tersebut adalah yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Termasuk di selatan Pulau Jawa.

"Sedangkan gelombang dengan ketinggian 2,5-4 meter atau kategori tinggi berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara, Perairan barat Kep. Mentawai, Perairan Enggano, Perairan barat Lampung, Samudera Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Jawa hingga Pulau Sumba,Selat Bali - Lombok - Alas bagian Selatan, Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTT," katanya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/2).

Sementara itu untuk daerah dengan prakiraan gelombang sedang, yakni ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter akan menerjang daerah-daerah seperti Aceh hingga Nias.

"Untuk prakiraan gelombang sepekan ke depan, dengan ketinggian 1,25 - 2,5 meter (kategori sedang) berpeluang terjadi di perairan utara Sabang, perairan barat Aceh hingga Kepulauan Nias, perairan Bengkulu, perairan Kepulauan Anambas-Natuna, Laut Natuna, perairan timur Lingga-Bintan, Selat Karimata, Laut Jawa, Selat Makassar, Laut Flores, Perairan Bau-bau dan Wakatobi, perairan Kepulauan Sermata hingga Tanimbar, perairan selatan Kepulauan Kai-Aru, Laut Banda, Laut Sulawesi, perairan Kepulauan Sangihe-Talaud, Laut Maluku bagian utara, Laut Halmahera, perairan utara Papua Barat hingga Papua, Laut Arafuru," ungkapnya.

Guswanto juga meminta masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan oleh kondisi cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.

Pasalnya BMKG mencatat, saat ini sebagian besar wilayah Indonesia, 96 persen dari 342 zona musim telah memasuki musim hujan.

"Hal ini juga telah diprediksi sejak Agustus 2020 lalu, bahwa terkait dengan puncak musim hujan akan terjadi pada Januari - Februari 2021 di sebagian Sumatera bagian selatan, sebagian besar Jawa termasuk DKI Jakarta, sebagian Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat dan bagian selatan Papua. Berdasarkan kondisi tersebut, maka kewaspadaan akan potensi cuaca ekstrem harus terus ditingkatkan," jelasnya.

Analisis BMKG menunjukkan bahwa kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam beberapa hari ke depan dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.

Menurutnya hal ini disebabkan oleh munculnya pusat tekanan rendah di sekitar wilayah Australia dan munculnya sirkulasi siklonik di sekitar wilayah utara Indonesia sehingga mempengaruhi pola arah dan kecepatan angin yang dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah Indonesia.

"Selain itu, kondisi labilitas atmosfer yang kuat di sebagian wilayah Indonesia dapat turut berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan awan hujan dalam skala lokal," pungkasnya.

Reporter: Yopi MakdoriSumber: Liputan6.com

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP