Bio Farma Akan Gandeng PT Kalbe Produksi Vaksin Covid-19

Namun, tidak menutup kemungkinan kerja sama produksi vaksin Covid-19 dilakukan dengan perusahaan lain yang ada di Indonesia.

Supriatin
Oleh Supriatin- Reporter
Bio Farma Akan Gandeng PT Kalbe Produksi Vaksin Covid-19
ilustrasi corona. ©2020 Merdeka.com

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengungkapkan uji klinis vaksin corona buatan China, Sinovac di Indonesia masih dalam fase 3. Proses produksi akan dilakukan dalam waktu yang tepat.

Wiku menyebut, produksi vaksin Covid-19 akan dilakukan salah satu perusahaan BUMN, yakni PT Bio Farma. Perusahaan yang didirikan pada 6 Agustus 1890 itu rencananya bekerja sama dengan perusahaan internasional, PT Kalbe Farma.

"Sudah pasti kita menginginkan bahwa produksi vaksin dilakukan oleh perusahaan yang berasal dari Indonesia. Dalam hal ini ada PT Bio Farma sebuah BUMN, demikian ada rencana juga dengan pihak swasta yaitu PT Kalbe," jelasnya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (24/7).

Namun, tidak menutup kemungkinan kerja sama produksi vaksin Covid-19 dilakukan dengan perusahaan lain yang ada di Indonesia.

Bentuk Tim Pakar

Wiku melanjutkan, dalam pembuatan vaksin, pihaknya membentuk tim pakar. Tim yang fokus di bidang vaksin dan obat ini akan memastikan kandidat vaksin yang sesuai dengan kondisi di Indonesia.

Dalam produksi vaksin, pemerintah memprioritas tiga hal. Pertama, aman. Wiku menjelaskan, yang dimaksud dengan aman adalah vaksin tersebut harus mampu memberikan perlindungan kepada masyarakat Indonesia dari Covid-19 dan tidak ada efek samping.

Kedua, harus tepat. Artinya, vaksin tersebut harus bisa menimbulkan kekebalan spesifik pada masyarakat dari ancaman virus Covid-19 yang beredar di Indonesia.

"Ketiga, harus cepat karena kondisi yang dihadapi dunia termasuk Indonesia kita harus betul-betul cepat untuk melindungi rakyat Indonesia. Maka dari itu, harus dilakukan termasuk uji klinis bisa terlaksana dengan cepat dan benar," jelasnya.

"Dalam konteks benar, harus diproduksi juga dengan baik dan dalam jumlah memadai untuk betul-betul bisa memberikan vaksin kepada rakyat Indonesia yang perlu diberikan perlindungan," tutupnya.

Rekomendasi