Bharada E Minta Maaf ke Kapolri & Keluarga Brigadir J: Saya Diperalat Ferdy Sambo

Rabu, 25 Januari 2023 22:57 Reporter : Merdeka
Bharada E Minta Maaf ke Kapolri & Keluarga Brigadir J: Saya Diperalat Ferdy Sambo Sidang pembacaan tuntutan Bharada E ditunda. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J meminta maaf kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo karena sempat mengikuti skenario yang disusun mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Bharada E juga meminta maaf kepada tim penyidik dalam perkara ini. Permintaan maaf itu dia sampaikan dalam pleidoi atau nota pembelaan yang dia bacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) Rabu (25/1/2023) malam.

"Saya juga sampaikan permohonan maaf kepada Bapak Kapolri serta semua penyidik dalam perkara ini di mana sebelumnya saya sempat tidak berkata yang sebenarnya, yang membuat saya selalu merasa bersalah dan pertentangan batin saya, sehingga akhirnya saya dapat menemukan jalan kebenaran dalam diri saya untuk mengungkap dan menyatakan kejujuran," ujar Bharada E.

Richard juga tak lupa memohon maaf kepada keluarga Brigadir J karena telah menghilangkan nyawa Brigadir J. Dia sadar, tak ada kata-kata yang dapat disampaikannya untuk keluarga itu, selain kata maaf.

2 dari 2 halaman

"Saya ingin menyampaikan permohonan maaf sekali lagi yang sebesar-besarnya serta pengampunan terutama kepada keluarga dari almarhum Bang Yos, tidak ada kata-kata lain yang dapat saya sampaikan selain permohonan maaf dan penyesalan mendalam atas apa yang telah terjadi kepada almarhum Bang Yos dan keluarga Bang Yos," kata Richard.

Dia mengaku tak pernah mengharapkan peristiwa pembunuhan terhadap Brigadir J ini terjadi. Dia menyesal telah menuruti permintaan Ferdy Sambo.

"Di usia saya ini, tidak pernah terpikirkan ternyata oleh atasan di mana saya bekerja memberikan pengabdian, kepada seorang Jenderal berpangkat bintang dua yang sangat saya percaya dan hormati, di mana saya yang hanya seorang prajurit rendah berpangkat Bharada yang harus mematuhi perkataan dan perintahnya, ternyata saya diperalat, dibohongi dan disia-siakan, bahkan kejujuran yang saya sampaikan tidak dihargai malahan saya dimusuhi," kata dia.

"Begitu hancurnya perasaan saya dan goyahnya mental saya, sangat tidak menyangka akan mengalami peristiwa menyakitkan seperti ini dalam hidup saya namun saya berusaha tegar," ucap Richard menambahkan.

Baca juga:
Hancurnya Perjalanan Karir Bharada E di Tangan Ferdy Sambo

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini